Media KampungParma dan Sassuolo mengakhiri musim Serie A 2025/26 dengan pertandingan di Stadion Ennio Tardini pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 15.00 waktu setempat. Meskipun kedua tim sudah memastikan kelangsungan di Serie A untuk musim depan, pertandingan ini tetap menjadi momen penting untuk menutup musim dengan hasil positif dan memberikan penghormatan kepada para pendukungnya.

Parma, yang ditangani oleh pelatih Carlos Cuesta, telah mengamankan posisi ke-13 dengan raihan 42 poin. Tim ini mengalami tiga kekalahan beruntun sebelum pertandingan terakhir, sehingga motivasi untuk kembali meraih hasil baik cukup tinggi. Cuesta menghadapi kendala dengan absennya sembilan pemain karena cedera, sehingga ia harus mengandalkan sejumlah pemain muda, termasuk penyerang muda berbakat kelahiran 2006, Daniel Mikolajewski, yang dipercaya menjadi starter bersama Mateo Pellegrino di lini depan.

Pelatih Parma juga mengonfirmasi kembalinya Edoardo Corvi sebagai penjaga gawang utama, menggantikan Suzuki. Formasi Parma di laga penutup ini menggunakan skema 3-5-2 dengan susunan pemain yang menampilkan perpaduan antara pemain muda dan pengalaman, seperti Sascha Britschgi, Christian Ordóñez, Mandela Keita, dan Hans Nicolussi Caviglia di lini tengah.

Sementara itu, Sassuolo yang diasuh oleh Fabio Grosso berada di posisi ke-11 dengan 49 poin, hanya berjarak satu poin dari Udinese di peringkat ke-10. Sassuolo menurunkan formasi 4-3-3 dengan barisan serang yang andal, terdiri dari Domenico Berardi, Andrea Pinamonti, dan Armand Laurienté. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi bek muda Tommaso Macchioni untuk menjalani debutnya di tim utama, menggantikan Muharemovic yang tidak masuk dalam daftar pemain.

Meski pertemuan ini bukan derby tradisional, kedekatan geografis antara Parma dan Sassuolo membuat pertandingan ini memiliki nuansa persaingan regional yang menarik. Suasana di sekitar Tardini sudah ramai sejak siang hari, dengan para suporter yang memadati kawasan stadion untuk merayakan akhir musim serta memberikan dukungan terakhir kepada tim kesayangan mereka.

Carlos Cuesta menyatakan bahwa timnya menargetkan untuk mengakhiri musim dengan raihan minimal 45 poin, sebuah angka yang menunjukkan ambisi positif meski tanpa tekanan besar. Di sisi lain, Grosso berharap Sassuolo dapat memaksimalkan potensi untuk mencapai 50 poin sebagai pencapaian yang memuaskan bagi klub yang tampil konsisten sepanjang musim.

Partai ini juga menjadi panggung bagi para pemain muda yang mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi Italia, membuktikan kepercayaan pelatih terhadap regenerasi tim. Kehadiran Mikolajewski dan Macchioni menggambarkan komitmen kedua klub dalam mengembangkan talenta muda sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Dengan kedua tim yang sudah bebas tekanan klasemen dan tidak memiliki target khusus pada pertandingan penutup ini, faktor motivasi dan kebanggaan menjadi penentu utama bagaimana mereka bermain. Kedua pelatih menekankan pentingnya memberikan penampilan terbaik demi menghormati fans yang telah setia mendukung sepanjang musim.

Seiring berakhirnya pertandingan di Tardini, Parma dan Sassuolo akan melangkah ke musim berikutnya dengan fondasi yang kuat dan pengalaman berharga dari musim ini. Pertandingan terakhir ini sekaligus menjadi momen apresiasi atas kerja keras seluruh pemain, pelatih, dan staf klub, serta dukungan tak henti-hentinya dari para pendukung.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.