Media Kampung – Perjalanan PSS Sleman di dunia sepak bola nasional tidak lepas dari perjuangan dan dedikasi para pemainnya, salah satunya Muhammad Eksan yang mencatatkan rekor tak tertandingi. Eksan dikenal sebagai ujung tombak yang membawa PSS promosi ke kompetisi tertinggi Indonesia pada awal 2000-an melalui kerja keras dan tirakat.

Pada musim 1999/2000, Eksan menjadi pencetak gol terbanyak PSS Sleman. Salah satu momen penting terjadi saat pertandingan penentuan promosi melawan PSB Bogor. Manajer tim, H. Sukidi Cokro Suwignyo, meminta Eksan dan rekannya M. Muslih melakukan tirakat dengan bangun tengah malam untuk melantunkan doa-doa sebagai persiapan mental dan spiritual sebelum pertandingan.

Kerja keras di lapangan yang disertai dengan kekuatan doa membuahkan hasil. PSS berhasil mengalahkan PSB Bogor dengan skor 2-1, berkat gol penentu dari Eksan di menit akhir. Gol tersebut disebut sebagai ‘gol setan’ karena cara Eksan menaklukkan kiper lawan dengan kaki kiri secara tak terduga.

Selain itu, Eksan juga mencatat prestasi luar biasa saat babak delapan besar melawan Persiba Balikpapan di Stadion Tridadi pada 14 Mei 2000. Ia berhasil mencetak lima gol dalam satu pertandingan yang berakhir dengan skor 6-1 untuk PSS. Rekor ini hingga kini belum mampu disamai pemain lain di klub tersebut.

Eksan menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya berasal dari kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga didukung oleh tirakat dan doa yang konsisten. Kombinasi ini menjadi kunci utama dalam mengantarkan PSS Sleman ke level tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia, sekaligus memperkuat karakter klub yang telah berusia 50 tahun.

Kisah perjuangan dan dedikasi Eksan menjadi bagian penting sejarah PSS Sleman yang menginspirasi generasi berikutnya untuk terus berjuang dengan semangat pantang menyerah. Rekor gol dan kisah tirakatnya masih dikenang sebagai simbol keberhasilan yang lahir dari kerja keras dan keyakinan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.