Media Kampung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyiapkan pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 4 tahun 2026 yang ditargetkan menjaring sekitar 150.000 peserta dari seluruh Indonesia. Program ini bertujuan memberi akses luas bagi lulusan baru dan mahasiswa untuk memperdalam kompetensi serta mendapatkan pengalaman kerja praktis.
Program magang nasional ini membuka kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi program S1 dan D3 yang merupakan fresh graduate atau yang baru lulus maksimal satu tahun terakhir. Peserta harus mampu mengikuti magang selama enam bulan tanpa batasan usia. Selain itu, mahasiswa juga dapat memanfaatkan fasilitas Skill Hub dan Career Hub untuk pelatihan dan mendapatkan informasi lowongan kerja yang terintegrasi dalam ekosistem tersebut.
Cris menambahkan bahwa program magang ini tidak hanya terbatas pada sektor swasta, tetapi juga mencakup instansi pemerintahan, kementerian, lembaga negara, serta berbagai perusahaan. Hal ini diharapkan dapat memperluas peluang bagi peserta untuk mengasah keterampilan sesuai bidang masing-masing.
Sejalan dengan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2026, uang saku peserta magang juga mengalami penyesuaian. Uang saku ini berfungsi sebagai dukungan biaya hidup selama peserta menjalani pelatihan dan praktik kerja di perusahaan atau lembaga. Besaran uang saku mengikuti standar UMP masing-masing daerah, mulai dari Rp2,317 juta di Jawa Barat hingga Rp5,729 juta di DKI Jakarta. Beberapa provinsi di Papua bahkan mencapai di atas Rp4 juta sebagai upah minimum tahun ini.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan anggaran yang sedang dalam proses, Program Magang Nasional Batch 4 diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah melalui Kemnaker terus mengupayakan perluasan akses pelatihan dan kerja bagi lulusan baru agar lebih siap memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan