Media Kampung – Perayaan 50 tahun eksistensi PSS Sleman di dunia sepak bola Indonesia ditandai dengan pembukaan mini museum yang menampilkan diorama trofi dan history wall sebagai wujud pengingat perjalanan panjang klub sejak berdiri pada 20 Mei 1976. Kegiatan ini berlangsung di Koridor Barat Stadion Maguwoharjo dan menjadi bagian dari rangkaian acara ulang tahun yang diadakan mulai 17 hingga 24 Mei 2026.
Mini museum tersebut menyajikan berbagai memorabilia yang merekam setiap fase perjalanan PSS, mulai dari era Perserikatan, Liga Indonesia, hingga kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Diorama pertama menampilkan koleksi jersi yang menggambarkan perubahan identitas klub selama lima dekade, sedangkan diorama berikutnya memamerkan trofi-trofi yang berhasil diraih, termasuk trofi promosi Divisi Utama tahun 1999 dan Liga 2 pada 2018 yang membawa PSS kembali ke level tertinggi sepak bola nasional.
Alif Madani, Project Leader Mini Museum 50 Tahun PSS, menjelaskan bahwa meskipun pada 2018 PSS hanya menempati posisi runner-up, klub tetap berhasil promosi, serupa dengan prestasi di tahun 1999. Ia juga menyoroti keberadaan pesan khusus dari legenda PSS, Balet Widodo, yang menjadi latar belakang diorama trofi. Pesan tersebut mengingatkan pada perjuangan dan nilai yang diwariskan antar generasi, serta antusiasme penonton yang semakin meningkat saat pemain asing bergabung.
Selain diorama, pengunjung akan disuguhi history wall yang merangkum perjalanan klub secara kronologis dari tahun 1976 hingga 2026. Dinding ini mengisahkan pergantian era, dinamika kompetisi, serta momen-momen penting yang membentuk karakter dan identitas PSS. Narasi yang disajikan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun suasana yang mengajak pengunjung merasakan perjalanan panjang klub.
Rangkaian perayaan ulang tahun PSS Sleman ini akan ditutup dengan festival musik pada hari terakhir, sebagai puncak acara yang menggabungkan aspek sejarah dan hiburan. Mini museum ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pendukung dan masyarakat luas tentang perjalanan penuh warna dan perjuangan PSS selama setengah abad terakhir.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan