Media Kampung – Dominik Szoboszlai menilai kekalahan Liverpool 3-2 atas Manchester United di Old Trafford pada Minggu, 3 Mei 2026, sambil menyoroti kegagalan dalam set‑piece, serangan balik, dan menampilkan gestur menuding logo Premier League kepada suporter United.
Pertandingan dimulai dengan gol cepat Matheus Cunha pada menit ke‑6, diikuti oleh gol kedua Benjamin Sesko pada menit ke‑47. Liverpool berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Szoboszlai pada menit ke‑47, sebelum Cody Gakpo menambah satu pada menit ke‑56. Namun Kobbie Mainoo mencetak gol penentu pada menit ke‑77, menutup skor 3-2 untuk United.
Setelah peluit akhir, Szoboszlai mengungkapkan kekecewaannya atas penampilan tim di babak pertama. “Tidak bagus, karena kita pulang tanpa poin. Dan setelah babak pertama kita seharusnya tidak senang sama sekali, kita seharusnya hanya mengambil pelajaran dari awal babak kedua karena di situlah kita menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya,” katanya dalam wawancara yang dikutip oleh mediakampung.com.
Ia menambahkan bahwa Liverpool gagal mengeksekusi strategi yang telah dibicarakan sebelum laga. “Sebelum pertandingan, Anda berbicara tentang bola mati, jangan sampai kebobolan; saya tidak tahu kapan gol pertama terjadi, Anda kebobolan dari bola mati. Anda juga berbicara tentang serangan balik, lalu gol kedua terjadi dari serangan balik. Kita harus lebih fokus, kita harus lebih memperhatikan detail, dan pada akhirnya semoga keberuntungan akan berpihak pada kita,” tegas Szoboszlai.
Setelah pertandingan, Szoboszlai berjalan melewati Stretford End dan memperlihatkan gestur menuding ke lengan bajunya yang menampilkan logo Premier League. Gestur itu terekam oleh kamera dan menimbulkan beragam reaksi di media sosial. Beberapa penggemar menyebutnya sebagai provokasi, sementara yang lain melihatnya sebagai isyarat kebanggaan atas dua gelar liga yang pernah diraih Liverpool.
Dalam konteks liga, Liverpool berada di posisi yang cukup rapuh, terdesak untuk mengamankan tiga kemenangan dari tiga laga tersisa demi mempertahankan peluang masuk Champions League. Szoboszlai menegaskan bahwa fokus utama tim kini adalah tiga pertandingan akhir musim, bukan spekulasi mengenai musim depan. “Pertama, saya tidak fokus pada musim depan, fokus saya adalah pada tiga pertandingan ini karena kami memiliki banyak hal yang harus dicapai agar bisa bermain di Liga Champions musim depan karena Liverpool pantas berada di sana,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan tim akan sangat bergantung pada kesatuan skuad. “Dan kemudian kita akan lihat apa yang terjadi di masa depan. Mudah‑mudah tim ini bisa tetap bersatu sebisa mungkin dan dari situ kita akan lihat,” kata Szoboszlai, menekankan pentingnya solidaritas dalam menghadapi tekanan.
Dengan lima poin yang masih dapat diraih, Liverpool harus meningkatkan konsistensi terutama dalam eksekusi set‑piece dan transisi cepat, dua area yang menjadi sorotan Szoboszlai. Jika berhasil, peluang mereka untuk mengamankan tiket Champions League akan meningkat, meski kompetisi semakin ketat menjelang akhir musim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan