Media Kampung – 14 April 2026 | Persaingan gelar Premier League 2025/2026 kini mencapai puncak ketegangan, dengan skenario yang memungkinkan juara ditentukan melalui selisih gol antara Arsenal dan Manchester City.

Arsenal mengalami kekalahan 1-2 dari Bournemouth pada pekan ke-32, sementara satu hari kemudian City menumpas Chelsea dengan skor 3-0 di Stamford Bridge.

Kekalahan Arsenal mengurangi keunggulan mereka menjadi enam poin, dan City masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan, memberikan peluang untuk memperkecil jarak.

Pertemuan langsung antara kedua tim dijadwalkan pada 19 April 2026 di Etihad Stadium, yang diprediksi menjadi penentu akhir musim.

Mantan striker Manchester United, Wayne Rooney, menegaskan bahwa laga tersebut akan sangat menentukan arah perebutan gelar.

Rooney menyatakan, “Jika City menang, mereka menjadi favorit juara; jika Arsenal menang, peluang mereka tetap terbuka lebar,” dan menambahkan prediksi skor 1-0 untuk kemenangan City.

Tekanan terhadap Arsenal semakin besar, terutama bagi manajer Mikel Arteta yang harus mengatasi kegagalan dalam empat pertandingan terakhir.

Jika Arsenal menang melawan City, maksimal poin mereka tetap 88, sedangkan City akan tetap pada 85; namun bila City menang, kedua tim dapat berakhir dengan 85 poin masing‑masing.

Apabila poin akhir sama, aturan pertama yang diterapkan adalah selisih gol, yang saat ini memberi Arsenal keunggulan tipis.

Data resmi menunjukkan Arsenal memiliki selisih gol +58, sementara City berada di +57, menjadikan selisih satu gol sebagai faktor krusial.

Kekalahan Arsenal di Bournemouth berpotensi menurunkan selisih gol mereka, sementara kemenangan melawan City dapat meningkatkan selisih City secara signifikan.

Jika setelah pertandingan selisih gol masih seimbang, klasifikasi berikutnya beralih pada total gol yang dicetak selama musim.

Catatan produktivitas gol menunjukkan Arsenal telah mencetak 89 gol, sedangkan City mencetak 86 gol, memberikan Arsenal sedikit keunggulan.

Apabila gol yang dicetak juga sama, peraturan Premier League mengutamakan hasil pertemuan langsung antara kedua tim selama musim.

Rekor head‑to‑head terbaru mencatat tiga kemenangan City, dua kemenangan Arsenal, dan satu seri, yang dapat menjadi faktor penentu bila semua kriteria sebelumnya bersamaan.

Jika seluruh kriteria masih belum memutuskan, aturan selanjutnya melibatkan jumlah gol tandang, dan akhirnya keputusan melalui pertandingan play‑off, meski belum pernah terjadi dalam sejarah liga.

Superkomputer Opta sebelumnya memperkirakan peluang Arsenal mencapai 87,36 % untuk mengangkat trofi, namun angka tersebut menurun tajam setelah kekalahan melawan Bournemouth.

Sejarah mencatat bahwa hanya pada musim 2018/19 terjadi ikatan poin dan selisih gol yang sama antara dua tim, yang akhirnya diselesaikan lewat selisih gol.

Dengan kedatangan pertandingan krusial, kedua klub kini fokus pada persiapan taktis dan kebugaran pemain, menanti hasil yang akan menentukan nasib juara Liga Inggris musim ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.