Media Kampung – Mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan aksi KKN kebersihan lingkungan di Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo pada Sabtu 2 Mei 2026.
Kegiatan dimulai dengan sambutan kepala desa yang menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memotivasi warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Tujuan utama acara adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak sampah sembarangan dan menumbuhkan pola hidup bersih serta sehat sejak usia dini.
Berbagai unsur masyarakat terlibat, mulai dari wali murid, tokoh agama, hingga penduduk sekitar, sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam pelaksanaan program.
Latar belakang inisiatif ini adalah rendahnya tingkat kepedulian warga terhadap pembuangan sampah yang masih banyak dilakukan secara tidak teratur, menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran.
Pada sesi pertama, mahasiswa menyampaikan materi tentang pentingnya kebersihan, konsekuensi sampah tidak terkelola, serta kaitannya dengan kesehatan masyarakat.
Materi disajikan secara sederhana dengan contoh visual, sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai usia.
Setelah edukasi, peserta diajak mempraktikkan pemilahan sampah organik dan anorganik, belajar membedakan jenis sampah serta cara pengelolaannya yang ramah lingkungan.
Mahasiswa menjelaskan manfaat pemilahan, termasuk kompos untuk sampah organik dan daur ulang untuk sampah anorganik, guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Langkah selanjutnya adalah kerja bakti membersihkan area balai desa, di mana seluruh peserta menyisir, mengumpulkan, dan menata kembali sampah yang berserakan.
Suasana penuh semangat terasa selama aksi, dengan warga menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap tahap kegiatan.
“Kegiatan ini sangat membantu kami untuk lebih sadar akan pentingnya kebersihan. Tidak hanya teori, tetapi kami juga langsung praktik bersama,” ujar Ibu Sani, salah satu warga yang ikut serta.
Warga berharap program serupa dapat dijadwalkan secara rutin, agar kebiasaan hidup bersih menjadi bagian permanen dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan bahwa keberlanjutan program akan terus dipantau, dan mahasiswa akan melanjutkan pendampingan untuk memastikan perubahan perilaku yang konsisten.
Dengan adanya edukasi dan aksi nyata, diharapkan tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan mendukung pertumbuhan optimal anak-anak serta kualitas hidup masyarakat.
Program ini juga menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain untuk mengintegrasikan kegiatan sosial ke dalam kurikulum, memperkuat peran kampus dalam pembangunan berkelanjutan.
Ke depannya, tim KKN berencana memperluas jangkauan kegiatan ke desa-desa tetangga, memperkuat jaringan gotong royong, dan mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Dengan komitmen bersama, desa Sumberbendo dapat menjadi model kebersihan lingkungan yang dapat ditiru oleh wilayah sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan