Media Kampung – Pasangan ganda putri nomor satu dunia asal China, Liu Sheng Shu dan Tan Ning, berhasil mengunci kemenangan 2-0 melawan duet Korea Selatan Jeong Na Eun dan Lee So Hee dalam laga kedua Final Uber Cup 2026, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Pertandingan berlangsung di Forum Horsens, Denmark, pada Minggu 3 Mei, setelah Korea Selatan sempat memimpin 1-0 berkat kemenangan di nomor tunggal pertama.

Liu Sheng Shu/Tan Ning memulai set pertama dengan tempo agresif, menekan lawan melalui serangan servis yang tajam dan variasi smash, sehingga berhasil menguasai skor 21-16.

Set kedua mereka meningkatkan intensitas, menutup pertandingan dengan skor meyakinkan 21-12 berkat reli panjang yang menunjukkan ketahanan fisik dan mental.

Kemenangan ganda ini memberikan China kepercayaan diri kembali setelah tertinggal di fase awal, sekaligus menegaskan keunggulan taktik ganda putri mereka.

Setelah ganda, fokus selanjutnya beralih ke nomor tiga, di mana China menurunkan Chen Yu Fei, pemain peringkat empat dunia, untuk melawan Kim Ga Eun, peringkat 17 dunia dari Korea Selatan.

Jika Chen Yu Fei mampu mengamankan kemenangan, China berpeluang memimpin kembali 2-1 dan semakin dekat dengan gelar juara beruntun.

Tim Korea Selatan kini berada di bawah tekanan, mengingat mereka harus memenangkan dua pertandingan terakhir untuk merebut kembali keunggulan dalam seri.

Strategi Korea menekankan pada kecepatan dan variasi taktik, namun mereka harus mengatasi kedalaman skuad China yang berpengalaman.

Penampilan Liu Sheng Shu dan Tan Ning memperlihatkan kualitas latihan tim nasional China, yang telah berfokus pada peningkatan kerjasama antar pemain sejak musim sebelumnya.

Kemenangan ini juga menambah poin moral bagi pelatih kepala China, yang menyatakan bahwa persiapan mental dan fisik menjadi kunci utama dalam laga ganda.

Di sisi lain, Jeong Na Eun dan Lee So Hee tetap menunjukkan semangat juang meskipun kalah, dengan beberapa pukulan backhand yang mengancam poin penting.

Kedua pasangan tersebut menilai bahwa pengalaman bertanding di level final memberikan pelajaran berharga untuk perbaikan taktik di masa mendatang.

Laporan juga mencatat bahwa penonton di Forum Horsens memberikan sorakan meriah, menciptakan atmosfer kompetitif yang menambah tekanan pada pemain.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Liu Sheng Shu/Tan Ning mencatat persentase kemenangan servis di atas 80% dan rata-rata smash yang berhasil masuk area lawan sebanyak 65%.

Sementara Korea Selatan mengalami kesulitan dalam mengendalikan tempo, terutama pada fase pertahanan.

Para analis badminton internasional menilai bahwa keunggulan China terletak pada konsistensi pertahanan dan kemampuan mengubah rally menjadi peluang poin.

Kemenangan ganda ini menandai perubahan momentum dalam final, mengembalikan kepercayaan diri tim juara bertahan.

Dengan hasil 1-1, pertandingan selanjutnya di nomor tiga menjadi krusial untuk menentukan arah seri.

Jika China berhasil memenangkan nomor tiga, mereka akan memimpin 2-1 dan mendekati kemenangan keseluruhan.

Namun, Korea Selatan tetap memiliki peluang jika dapat mengoptimalkan strategi individual dan memanfaatkan kesalahan lawan.

Seluruh turnamen Uber Cup 2026 berlangsung dengan standar kompetisi tinggi, menampilkan bakat muda dan veteran yang bersaing untuk gelar prestisius.

Para penonton dan penggemar badminton di seluruh dunia menantikan kelanjutan laga, terutama konfrontasi antara Chen Yu Fei dan Kim Ga Eun di nomor tiga.

Informasi ini disampaikan oleh KabarBaik.co, yang melaporkan secara detail jalannya pertandingan pada tanggal 3 Mei 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.