Media Kampung – Dulu Perak, Kini Perunggu: Tim putri Indonesia menyelesaikan Uber Cup 2026 dengan medali perunggu setelah kalah 1‑3 dari Korea Selatan di semifinal.

Pertandingan semifinal berlangsung di Forum Horsens pada Sabtu 2 Mei, menandai akhir perjalanan tim Indonesia di turnamen.

Di nomor tunggal, Putri Kusuma Wardani menghadapi petenis dunia peringkat satu An Se‑Young dan menyerah dengan skor 19‑21 5‑21.

Wardani mengaku puas dengan permainan pertama, menyatakan “Saya cukup puas di gim pertama karena bisa mengimbangi permainan An Se‑Young yang mengatur ritme dengan baik”.

Namun ia menambah bahwa perubahan kecepatan di set kedua membuatnya banyak mati sendiri dan lawan sudah membaca polanya sejak bola pertama, “Di gim kedua dia ada perubahan kecepatan dan saya malah banyak mati sendiri”.

Di ganda wanita, pasangan Amallia Cahaya Pratiwi dan Febriana Dwipuji Kusuma melawan Baek Ha Na / Lee So Hee berakhir 16‑21 21‑19 15‑21.

Amallia menyatakan, “Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik, walaupun hasilnya belum sesuai yang diinginkan. Tapi kami tadi sudah mencoba yang terbaik”.

Febriana menekankan tantangan reli panjang dan perubahan ritme lawan di akhir set, “Banyak rally, pola sudah benar tetapi ada beberapa poin kami kehilangan fokus”.

Satu-satunya kemenangan Indonesia datang dari Thalita Ramadhani Wiryawan yang mengalahkan Sim Yu Jin 21‑19 21‑19 setelah tim tertinggal dua set.

Thalita mengaku sempat gugup, mengatur napas, dan mengikuti arahan pelatih “nothing to lose”, menambahkan, “Saya coba atur napas, semangati diri sendiri, dan terus bermain menyerang sejak awal”.

Pasangan Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum kalah 16‑21 18‑21 melawan Jeong Na Eun / Kim Hye Jeong.

Rachel menyampaikan rasa sedih karena tidak dapat menyumbang poin, “Sedih tidak bisa menjadi penentu hari ini, tidak bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia”.

Febi menyoroti kualitas serangan lawan, khususnya dropshot yang tajam, “Serangan mereka menyulitkan kami. Dropshot‑nya tajam dan tipis”.

Karena regulasi Uber Cup tidak mengadakan laga perebutan tempat ketiga, Indonesia berbagi posisi ketiga dan resmi memperoleh medali perunggu.

Kegagalan ini menurunkan satu tingkat dari perak yang diraih pada Uber Cup 2024, ketika Indonesia melaju hingga final melawan China.

Meski demikian, penampilan para pemain muda menunjukkan potensi jangka panjang bagi tim putri Indonesia.

Pengalaman semifinal ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk perbaikan taktik dan mental menjelang edisi berikutnya.

Federasi PBSI terus memantau perkembangan pemain dan menyiapkan program pembinaan guna mengembalikan Indonesia ke puncak dunia bulu tangkis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.