Media Kampung – 13 April 2026 | Jadwal final Kejuaraan Asia Badminton 2026 menampilkan konfrontasi utama antara pemain China dan Korea Selatan, sekaligus sorotan pada anak didik Irwansyah yang menorehkan prestasi bersejarah. Turnamen berakhir pada Minggu 12 April 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, China.
Indonesia tidak memiliki wakil di babak final setelah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di semifinal. Keduanya masing-masing mengamankan medali perunggu.
Di babak tunggal putri, An Se-young dari Korea Selatan akan melawan Wang Zhi Yi perwakilan China pada pukul 13.00 WIB di Lapangan 1. Pertandingan ini diprediksi menjadi sorotan utama karena kualitas kedua atlet.
Kategori ganda putri mempertemukan duo China Liu Sheng Shu/Tan Ning melawan pasangan sesama China Li Yi Jing/Luo Xu Min. Kedua pasangan berjuang untuk mengamankan satu dari dua medali emas yang masih tersedia bagi China.
Di ganda campuran, pasangan Korea Selatan Kim Won-ho dan Seo Seung-jae akan berhadapan dengan rekan sebayanya Kang Min-hyuk dan Ki Dong Ju. Duel internal Korea ini menandakan dominasi negara tersebut dalam kategori tersebut.
Ganda putra menampilkan pertandingan antara Kim Won-ho/Seo Seung-jae dan Kang Min-hyuk/Ki Dong Ju, keduanya mewakili Korea Selatan. Pertandingan ini akan menentukan apakah Korea dapat menambah perak atau emas ke dalam koleksi medali mereka.
Kategori tunggal putra menjadi ajang pertarungan antara Ayush Shetty asal India dan Shi Yu Qi perwakilan China. Shi Yu Qi, mantan pemain nomor satu dunia, diharapkan menutup penampilan tuan rumah dengan kemenangan.
Shetty, yang baru tiga minggu berlatih di bawah bimbingan Irwansyah, sebelumnya mengalahkan petarung-petarung top seperti Li Shi Feng, Jonatan Christie, dan Kunlavut Vitidsarn. Namun, dalam final, ia harus menghadapi tekanan luar biasa melawan Shi Yu Qi.
Irwansyah, pelatih asal Indonesia, telah melahirkan dua juara Asia, yaitu Anthony Sinisuka Ginting pada 2023 dan Jonatan Christie pada 2024. Kesuksesan tersebut menambah reputasinya sebagai pelatih yang mampu mengoptimalkan potensi atlet internasional.
“Latihan intensif bersama Irwansyah meningkatkan stamina dan taktik Shetty, tetapi tingkat persaingan di final masih sangat tinggi,” ujar salah satu analis badminton. Kutipan ini menekankan pentingnya persiapan mental dan fisik.
Korea Selatan dipastikan meraih minimal dua emas dan dua perak setelah keberhasilan mereka di babak semifinal. Pasangan ganda campuran Kim Jae-hyeon/Jang Ha-jeong memperoleh kemenangan WO atas wakil Thailand.
Selain itu, Dechapol Puavaranukroh dan Supissara Paewsampran harus mundur karena masalah kesehatan terkait kondisi jantung. Keputusan ini membuka peluang bagi pasangan Korea lainnya untuk melaju ke final.
Penampilan ganda putra Korea yang akan bertemu di final menandakan duel internal yang menegangkan. Jika Kang Min-hyuk/Ki Dong Ju berhasil, mereka akan menambah jumlah medali emas Korea.
Di sisi lain, China masih menargetkan satu emas lewat Shi Yu Qi di tunggal putra dan satu medali melalui Liu Sheng Shu/Tan Ning di ganda putri. Keberhasilan ini akan mengimbangi dominasi Korea.
Jadwal resmi menyebutkan bahwa semua pertandingan final akan dimulai pada pukul 13.00 WIB, dengan jeda singkat antar kategori. Penonton diharapkan menyaksikan aksi intens dalam rentang waktu sekitar tiga jam.
Media lokal melaporkan antusiasme tinggi di antara penonton China, yang berharap Shi Yu Qi dapat mengangkat bendera negara pada podium. Sementara itu, pendukung Korea Selatan menanti konfirmasi gelar ganda campuran dan ganda putra.
Penggunaan teknologi VAR dalam pertandingan belum diterapkan, sehingga keputusan wasit tetap menjadi faktor kunci. Kedua negara mengandalkan keahlian taktik dan stamina atlet untuk mengatasi situasi kritis.
Para pemain China dan Korea telah menjalani sesi latihan intensif selama dua minggu terakhir menjelang final. Jadwal latihan mencakup peningkatan kecepatan, ketepatan servis, dan strategi pertahanan.
Irwansyah menegaskan pentingnya mentalitas juara dalam setiap sesi latihan. “Konsistensi dan kepercayaan diri adalah kunci utama bagi pemain muda seperti Shetty,” ujar Irwansyah dalam konferensi pers.
Sejumlah komentar dari pelatih Korea menyoroti kesiapan tim mereka untuk menambah koleksi medali. “Kami yakin strategi tim kami akan membuahkan hasil maksimal pada final,” kata pelatih tim Korea.
Kejuaraan Asia 2026 juga menjadi ajang evaluasi bagi federasi badminton masing-masing negara. Hasil akhir akan mempengaruhi peringkat dunia dan alokasi dana pengembangan olahraga.
Para sponsor utama, termasuk perusahaan peralatan olahraga, menyiapkan penghargaan khusus bagi pemenang. Hadiah tersebut meliputi peralatan terbaru dan kontrak endorsement.
Penggemar badminton di seluruh Asia diprediksi menonton siaran langsung melalui platform digital resmi. Platform tersebut menyediakan streaming kualitas HD tanpa iklan.
Keberhasilan Irwansyah dalam melatih Shetty menambah catatan positif bagi pelatih Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini menegaskan peran penting pelatih dalam mengembangkan bakat global.
Jika Shi Yu Qi berhasil mengalahkan Shetty, China akan mengamankan emas tunggal putra, menambah kebanggaan tuan rumah. Sebaliknya, kemenangan Shetty akan menandai kejutan besar bagi India.
Para analis memperkirakan bahwa pertandingan tunggal putri antara An Se-young dan Wang Zhi Yi akan berlangsung sengit hingga set ketiga. Kedua pemain memiliki catatan kemenangan yang mengesankan di turnamen sebelumnya.
Setelah final, upacara pengalungan medali dijadwalkan berlangsung pada sore hari yang sama. Upacara ini akan menampilkan bendera masing-masing negara dan lagu kebangsaan.
Keseluruhan, final Kejuaraan Asia 2026 menyoroti persaingan ketat antara China dan Korea Selatan serta pencapaian luar biasa pelatih Irwansyah. Pertandingan ini menjadi momen penting dalam sejarah badminton Asia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan