Media Kampung – 10 April 2026 | Persaingan gelar Liga Arab Saudi semakin memanas setelah penyerang Al-Ahli, Ivan Toney, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit pada laga imbang 1-1 melawan Al-Fayha.

Toney menilai tiga peluang penalti yang jelas tidak diberikan kepada timnya, dan menuduh adanya intervensi yang menguntungkan rival utama, Al-Nassr.

Ia menambahkan bahwa wasit menyarankan pemain untuk memusatkan perhatian pada kompetisi AFC saat VAR sedang diproses, yang menurutnya tidak masuk akal.

“Saat VAR menunjukkan pelanggaran, wasit malah menyuruh kami fokus ke AFC. Bagaimana hal itu dapat diterima?” ujar Toney dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Di media sosial, Toney menegaskan bahwa keputusan krusial berubah hanya pada fase penentuan, menyiratkan bahwa ada pihak yang mengatur hasil demi kepentingan tertentu.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa ia menyasar Al-Nassr, tim yang diperkuat Cristiano Ronaldo dan memimpin klasemen dengan selisih empat poin atas Al-Ahli.

Ronaldo sendiri belum berhasil membawa Al-Nassr meraih gelar liga sejak bergabung tiga setengah tahun lalu, meski menjadi pemain paling populer di kompetisi.

Galeno, rekan satu tim Al-Ahli, menambahkan bahwa ada upaya menyelamatkan trofi bagi satu klub tertentu, menyebut keputusan wasit sebagai bentuk tidak hormat.

“Mereka ingin menyerahkan trofi kepada satu orang. Kami tidak akan tinggal diam,” kata Galeno dalam unggahan Instagram.

Manajemen Al-Ahli mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut keputusan wasit tidak dapat diterima dan menuntut penjelasan lengkap, termasuk rekaman komunikasi antara wasit, VAR, dan pemain.

Klub menegaskan permintaan transparansi penuh demi menjaga integritas kompetisi yang kini berada pada titik krusial dengan tujuh pertandingan tersisa.

Al-Nassr tetap berada di puncak klasemen, unggul dua poin dari Al-Hilal dan memiliki satu pertandingan lebih banyak dibanding pesaing terdekat.

Dengan selisih poin tipis, setiap keputusan wasit dapat berpengaruh besar pada perburuan gelar musim ini.

Komisi Liga Arab Saudi belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan Toney, namun menegaskan bahwa semua prosedur VAR telah dijalankan sesuai regulasi.

Pihak wasit juga menolak tuduhan adanya pengaruh eksternal, menyatakan bahwa keputusan diambil berdasarkan fakta di lapangan.

Kejadian ini menambah tekanan pada penyelenggara liga untuk meningkatkan transparansi dan menghindari persepsi adanya keberpihakan.

Jika tuduhan tersebut terbukti, dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi reputasi kompetisi dan menurunkan kepercayaan publik.

Namun hingga kini, hasil investigasi masih dalam proses, sementara persaingan gelar terus berlanjut dengan intensitas tinggi.

Al-Ahli tetap optimis bahwa performa tim akan mengatasi hambatan dan menutup jarak dengan pemimpin.

Ronaldo, meski belum menambah trofi liga, tetap menjadi fokus publik, menambah sorotan pada dinamika persaingan di Saudi Pro League.

Sejumlah klub lain, termasuk Al-Hilal, menyiapkan strategi akhir musim untuk mengejar ketertinggalan.

Berita ini akan terus dipantau mengingat implikasinya terhadap kredibilitas kompetisi dan masa depan sepak bola Saudi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.