Media Kampung – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi ultimatum yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah terkait pelemahan nilai tukar rupiah. Prasetyo yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah menerima aspirasi tersebut sebagai masukan dan bentuk perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional.
Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus bekerja keras untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. “Bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita,” ujarnya pada Jumat (12/6).
Menurut Prasetyo, kondisi perekonomian nasional dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif. Meski demikian, ia meyakini berbagai langkah dan kebijakan yang ditempuh pemerintah dapat membantu memperbaiki kondisi ekonomi ke depan.
“Dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan ini,” jelasnya.
Prasetyo juga menegaskan bahwa upaya memperbaiki kondisi ekonomi tidak selalu dapat dicapai dalam batas waktu tertentu, termasuk tenggat yang ditetapkan mahasiswa. Menurutnya, substansi utama dari tuntutan tersebut adalah dorongan agar seluruh pihak bekerja lebih keras dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini adalah semangatnya. Semangatnya untuk kita semua bagaimana untuk bekerja keras terutama di sektor ekonomi,” tambah Mensesneg.
Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI mendesak pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah. Mereka memberikan tenggat waktu 18 hari kepada pemerintah untuk menguatkan rupiah. Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid 2.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan