Media KampungArab Saudi mengambil langkah serius untuk memperkuat mitigasi terhadap suhu panas ekstrem yang diperkirakan mencapai 47 derajat Celcius saat puncak ibadah haji 2026 di Makkah dan kawasan suci. Upaya ini penting mengingat kondisi cuaca yang sangat menantang bagi jutaan jemaah yang melaksanakan ritual tersebut.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengimbau agar para jemaah menggunakan payung selama berpindah dari satu lokasi ibadah ke lokasi lain. Penggunaan payung ini tidak hanya memberikan naungan dari sengatan matahari, tetapi juga mampu menurunkan suhu sekitar jemaah hingga 10 derajat Celcius, sehingga dapat mengurangi risiko kelelahan dan dehidrasi akibat panas yang ekstrem.

Selain itu, otoritas cuaca setempat menekankan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap pedoman keselamatan, terutama dalam memperbanyak konsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi selama pergerakan besar jemaah menuju Makkah dan kawasan suci. Imbauan ini menjadi kunci dalam menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah di tengah kondisi cuaca yang keras.

Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan pun menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi sekitar 2.500 jemaah yang mengikuti Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci dari 104 negara. Di Makkah dan sekitarnya, akomodasi yang disediakan dilengkapi dengan klinik medis darurat yang beroperasi nonstop, didukung tenaga medis profesional dan peralatan diagnostik modern untuk penanganan cepat berbagai kondisi medis.

Untuk mengatasi suhu panas di lokasi ritual seperti Arafah dan Mina, tenda-tenda jemaah dipasangi pendingin ruangan, lantai berpendingin, kipas raksasa, serta penyemprot kabut. Selain itu, truk-truk khusus terus berkeliling membagikan botol air dingin secara gratis kepada para jemaah selama puncak haji berlangsung, sebagai langkah nyata untuk menjaga hidrasi dan kenyamanan mereka.

Upaya mitigasi panas ini menjadi bagian dari kesiapan Arab Saudi dalam menyambut puncak haji 2026 yang diperkirakan akan diikuti oleh jutaan umat Islam dari seluruh dunia. Dengan berbagai langkah preventif yang dilakukan, diharapkan risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir, sehingga pelaksanaan ibadah haji berlangsung aman dan lancar.

Dalam menghadapi tantangan cuaca ini, koordinasi antara lembaga kesehatan, cuaca, dan penyelenggara ibadah menjadi kunci utama. Langkah-langkah yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan perlindungan maksimal bagi para jemaah haji di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat.

Dengan demikian, persiapan matang dan mitigasi yang komprehensif diharapkan mampu menjaga keselamatan dan kenyamanan para jemaah selama menjalankan ibadah pada saat puncak haji 2026 di Makkah dan kawasan suci.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.