Media Kampung – Iran sedang meninjau proposal baru dari Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik di kawasan Teluk. Langkah ini muncul setelah sejumlah sumber menyebut Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan awal dalam bentuk memorandum satu halaman.
Dikutip dari Reuters, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Teheran akan segera menyampaikan tanggapan melalui Pakistan, yang menjadi mediator utama dalam komunikasi kedua pihak. Kesepakatan awal dan peran Pakistan menjadi kunci dalam proses negosiasi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran menunjukkan keinginan untuk bernegosiasi. "Kita berurusan dengan orang-orang yang sangat ingin membuat kesepakatan, dan kita akan melihat apakah mereka dapat membuat kesepakatan yang memuaskan bagi kita," kata Trump di Gedung Putih.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan berbicara dengan Trump dan menegaskan posisi bahwa seluruh uranium yang diperkaya harus dikeluarkan dari Iran. Iran membantah memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir.
Laporan mengenai potensi kesepakatan tersebut langsung memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah Brent sempat turun sekitar 11% ke level terendah dalam dua minggu sebelum kembali pulih sebagian.
Di tengah proses diplomasi, ketegangan di lapangan masih terjadi. Militer AS dilaporkan menembak kapal tanker berbendera Iran yang melanggar blokade di Selat Hormuz hingga lumpuh. Trump sempat menghentikan misi angkatan laut untuk membuka kembali jalur tersebut, dengan alasan adanya kemajuan dalam perundingan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan