Media Kampung – Manchester City mengutuk keras tindakan rasis yang dialami oleh pemainnya, Antoine Semenyo dan Marc Guehi. Insiden ini terjadi saat pertandingan melawan Everton pada 4 Mei 2026. Menurut laporan, seorang pria berusia 71 tahun ditangkap atas tuduhan melakukan tindakan rasis terhadap Semenyo.
Merseyside Police menyatakan bahwa pria tersebut telah dibebaskan dengan syarat, termasuk larangan untuk mendekati stadion olahraga selama empat jam sebelum dan sesudah pertandingan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden ini.
Manchester City juga mengungkapkan bahwa Guehi menjadi sasaran pesan rasis di media sosial setelah pertandingan. Klub tersebut menyatakan bahwa mereka sangat kecewa dengan insiden ini dan akan terus memberikan dukungan penuh kepada kedua pemainnya.
Everton juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan rasis, menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima dan akan diambil tindakan tegas terhadap pelakunya. Insiden ini merupakan contoh kasus rasis yang masih terjadi di dunia sepak bola, dan klub-klub sepak bola berusaha untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah dan mengatasi masalah ini.
Semenyo sebelumnya juga telah menjadi korban tindakan rasis saat bermain untuk Bournemouth melawan Liverpool pada Agustus 2022. Insiden tersebut juga menyebabkan penangkapan dan pengadilan terhadap tersangka.
Dalam pernyataan resminya, Manchester City menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima diskriminasi dalam bentuk apa pun di dalam permainan. Klub tersebut berkomitmen untuk mendukung pemainnya dan memastikan bahwa stadion mereka menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua orang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan