Media Kampung – 09 April 2026 | Audensi yang digelar di kantor BBWS Citanduy pada 9 April 2026 tidak menghasilkan keputusan konkret.
Pertemuan tersebut dihadiri lima peserta, termasuk perwakilan organisasi pemuda Ruang Dialaktika Nusantara, dan fokus pada penyampaian aspirasi masyarakat.
Salah satu isu utama ialah dugaan ketidaksesuaian pekerjaan jalan di wilayah Cikunten yang dilaksanakan pada tahun 2020 oleh PT Tiara Mulya Sejahtera dengan anggaran lebih dari Rp24 miliar.
Warga juga menyoroti minimnya perawatan Sungai Cikunten 1, yang dianggap mengganggu lingkungan dan aktivitas sehari-hari.
Perwakilan BBWS, Rahmat, menyatakan belum dapat memberikan jawaban pasti karena belum ada investigasi lapangan dan data masih perlu ditelusuri.
Ia menambahkan bahwa semua aspirasi akan ditampung dulu, dan keputusan akan ditunda sampai pengecekan lapangan selesai.
Pembahasan lanjutan direncanakan akan dilaksanakan di kantor Korwil PU Tasikmalaya untuk menelusuri permasalahan secara lebih mendalam.
Pergantian pejabat, termasuk posisi PJVA, menjadi faktor tambahan yang memaksa verifikasi ulang data terkait proyek.
Perwakilan Ruang Dialaktika Nusantara mengecam lambatnya hasil audensi dan menuntut BBWS Citanduy melakukan investigasi segera.
Mereka menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek infrastruktur publik.
Masyarakat berharap audensi ini menjadi titik awal bagi pemerintah untuk memperbaiki kondisi Sungai Cikunten 1 yang semakin memprihatinkan.
Hingga kini, proses masih berada pada tahap penyampaian aspirasi tanpa tindak lanjut yang jelas.
Keterlambatan investigasi dapat memperpanjang dampak negatif pada ekosistem sungai dan mobilitas warga sekitar.
Pemerintah daerah diharapkan menyelaraskan data proyek jalan dengan standar teknis dan memastikan anggaran sesuai dengan hasil pekerjaan.
Jika investigasi lapangan menemukan penyimpangan, langkah perbaikan dan sanksi kontraktor dapat dipertimbangkan.
Audensi menandai awal proses pengawasan, namun masyarakat menanti tindakan konkret dari BBWS Citanduy dan otoritas terkait.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan