Media Kampung – 14 April 2026 | Cek fakta menunjukkan bahwa bantuan sosial universal (BSU) tahun 2026 berpotensi kembali cair, dan masyarakat perlu mengetahui cara memeriksa status penerima bila program dibuka kembali.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menegaskan bahwa penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk triwulan II 2026 akan segera dimulai.
Jadwal resmi menyebutkan pencairan akan dimulai pada minggu ketiga April 2026 dan paling lambat akhir bulan, kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam pertemuan dengan Kepala BPS Amalia Adininggar.
Percepatan ini dimungkinkan karena data DTSEN kini diterima pada tanggal 10 April, jauh lebih awal dibandingkan biasanya pada tanggal 20.
Penerimaan data lebih cepat diharapkan memperkecil risiko keterlambatan dan meningkatkan ketepatan sasaran bantuan.
Penerima baru yang belum memiliki rekening bank akan menerima dana sementara melalui PT Pos Indonesia, sebelum dialihkan ke bank Himbara setelah rekening selesai dibuka.
Saifullah Yusuf menambahkan bahwa proses pembukaan rekening memerlukan dua hingga tiga bulan, sehingga penggunaan pos sebagai jalur sementara tetap diperlukan.
Jumlah keluarga penerima manfaat reguler tetap dipertahankan sebanyak 18 juta keluarga, sesuai target pemerintah.
Pemerintah juga mendorong penerima untuk beralih ke program pemberdayaan agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan tunai.
Masyarakat dapat mengecek status penerima melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi seluler yang disediakan Kementerian Sosial.
Di situs web, pengguna cukup memasukkan wilayah sesuai KTP, nama lengkap, serta kode captcha, lalu menekan tombol “Cari Data” untuk melihat hasil.
Di aplikasi, pengguna mengunduh aplikasi “Cek Bansos”, mendaftar akun, mengunggah foto KTP dan swafoto, kemudian login untuk melihat profil bantuan.
Data terbaru mencatat 11.014 keluarga dicoret dari daftar penerima karena termasuk inclusion error, yaitu berada di desil 5 ke atas.
Meski hanya sekitar 0,06 % dari total 18,15 juta penerima pada triwulan pertama 2026, pencoretan ini penting untuk meningkatkan akurasi penyaluran.
Pembaruan DTSEN 2026 juga menunjukkan kenaikan jumlah keluarga dari 95,0 juta menjadi 95,3 juta, serta individu dari 289,0 juta menjadi 289,3 juta jiwa.
Sistem desil membagi penduduk menjadi sepuluh kelompok, dengan desil 1‑4 menjadi prioritas utama untuk bantuan sosial.
Kriteria penerima tahun 2026 menargetkan keluarga di desil 1‑4 dengan kuota sekitar 10 juta keluarga, serta memperluas cakupan hingga desil 5 pada beberapa program.
Pencairan triwulan II telah dimulai pada pekan kedua April 2026, dan kementerian terus memantau proses untuk memastikan seluruh wilayah menerima bantuan tepat waktu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan