Media Kampung – 16 April 2026 | Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember mendominasi pergerakan penumpang kereta api di Daerah Operasi 9 (Daop 9) Jember pada triwulan I 2026. Data resmi menunjukkan kedua wilayah tersebut menjadi penyumbang terbesar jumlah penumpang kereta api di wilayah tersebut.
Stasiun Banyuwangi Kota mencatat 228.057 penumpang, menjadikannya stasiun paling sibuk dalam periode tersebut. Kepadatan penumpang di stasiun ini dipengaruhi oleh mobilitas tinggi pada awal tahun, termasuk libur panjang.
Kabupaten Jember menempati posisi kedua dengan total 679.790 penumpang pada triwulan yang sama. Stasiun Jember melayani 530.448 penumpang, sehingga menjadi stasiun tersibuk kedua di Daop 9.
Kabupaten dan Kota Probolinggo mencatat 83.959 penumpang, diikuti Lumajang dengan 43.237 penumpang. Pasuruan berkontribusi 32.392 penumpang, menambah variasi sumber mobilitas kereta api di wilayah tersebut.
Banyuwangi mencatat pertumbuhan penumpang sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Sementara Jember mengalami kenaikan 6,8 persen, menandakan tren peningkatan permintaan perjalanan kereta api.
Cahyo menegaskan, “Peningkatan ini menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama untuk mendukung mobilitas selama libur dan musim wisata.” Ia menambahkan bahwa peningkatan layanan serta pembaruan fasilitas di stasiun turut mendorong bertambahnya jumlah penumpang.
Awal tahun 2026 menyaksikan libur panjang nasional dan periode Lebaran, yang meningkatkan pergerakan penduduk antar kota. Kereta api menjadi sarana transportasi yang nyaman dan ekonomis bagi pelancong serta pekerja migran.
Daop 9 telah melakukan perbaikan fasilitas di stasiun utama, termasuk renovasi ruang tunggu dan peningkatan sistem tiket elektronik. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi proses boarding bagi penumpang.
Selain peningkatan fasilitas, Jadwal kereta api di Daop 9 juga disesuaikan untuk menambah frekuensi layanan pada rute-rute strategis. Penyesuaian ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kepadatan pada jam sibuk.
Peningkatan jumlah penumpang berpotensi meningkatkan pendapatan sektor pariwisata dan perdagangan di Banyuwangi dan Jember. Pedagang dan penyedia layanan di sekitar stasiun melaporkan kenaikan penjualan selama periode tersebut.
Pihak Daop 9 berjanji akan terus meningkatkan kualitas layanan operasional dan kenyamanan stasiun. Komitmen tersebut mencakup pelatihan staf, pemeliharaan sarana, serta penerapan teknologi digital untuk layanan informasi real‑time.
Cahyo menyampaikan rasa terima kasih kepada pelanggan setia atas kepercayaan yang diberikan selama ini. Ia menegaskan bahwa umpan balik penumpang menjadi acuan utama dalam penyempurnaan layanan.
Pemerintah Daerah Jawa Timur mendukung pengembangan transportasi massal sebagai upaya mengurangi kemacetan dan emisi karbon. Kereta api Daop 9 menjadi bagian penting dalam jaringan transportasi antarkota di wilayah timur pulau Jawa.
Secara keseluruhan, total penumpang Daop 9 pada triwulan I 2026 mencapai lebih dari 1,6 juta orang, dengan Banyuwangi dan Jember menyumbang hampir setengahnya. Data ini menegaskan peran strategis kedua kabupaten dalam mendukung mobilitas regional.
Jika dibandingkan dengan triwulan I 2025, peningkatan total penumpang Daop 9 mencapai 9,3 persen. Hal ini mencerminkan pemulihan pasca pandemi serta keberhasilan kebijakan promosi kereta api.
Dengan tren pertumbuhan yang positif, Daop 9 optimis akan terus mencatat peningkatan jumlah penumpang di kuartal berikutnya. Penguatan layanan kereta api di Banyuwangi dan Jember diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Beberapa inisiatif baru, seperti peluncuran aplikasi mobile untuk pemesanan tiket dan penambahan kereta kelas ekonomi, dijadwalkan akan mulai beroperasi pada akhir 2026. Langkah tersebut diharapkan memberi kemudahan lebih bagi penumpang serta menarik lebih banyak pengguna kereta api di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan