Media Kampung – 24 Maret 2026 | Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut, KRI Prabu Siliwangi-321, berhasil menembus Selat Sunda dan memasuki wilayah laut Indonesia pada Senin, 23 Maret 2026. Kedatangan kapal ini menandai penyelesaian pelayaran lintas samudera yang dimulai dari Italia.

Setelah menempuh rute melalui Samudra Atlantik dan Hindia, KRI Prabu Siliwangi-321 melanjutkan perjalanan ke Dermaga Panjang di Lampung untuk melakukan bekal ulang. Proses ini memastikan kesiapan operasional sebelum kapal berlayar ke Jakarta.

Pertemuan di perairan Sunda disambut oleh KRI Bung Karno-369, yang melakukan passing exercise (passex) sebagai bentuk demonstrasi kesiapsiagaan. Maneuver tersebut berlangsung lancar dan memperlihatkan interoperabilitas tinggi antar unit TNI AL.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengonfirmasi kedatangan kapal dan menyatakan bahwa KRI Prabu Siliwangi-321 akan berangkat ke Jakarta pada 26 Maret untuk prosesi penyambutan resmi. Ia menekankan pentingnya momen ini bagi postur pertahanan maritim nasional.

Kapal ini merupakan hasil kerjasama dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, dan diserahkan secara resmi oleh Laksamana TNI Muhammad Ali pada Desember 2025 di Muggiano, Italia. Penyerahan tersebut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Italia dan Vatikan serta komandan satuan tugas.

Baca juga:

Spesifikasi teknis KRI Prabu Siliwangi-321 mirip dengan KRI Brawijaya-320, yang sebelumnya tiba di Indonesia pada September 2025. Kedua kapal dilengkapi sistem persenjataan canggih, sensor modern, dan kemampuan manuver tinggi.

Menurut Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, kapal ini akan menjadi unsur strategis dalam Komando Armada Republik Indonesia. Ia menilai bahwa kehadiran Prabu Siliwangi-321 memperkuat kemampuan deteksi dan respon TNI AL di wilayah perairan luas.

Pengujian kelayakan dan uji tembak dilakukan selama pelayaran lintas samudera, memastikan semua sistem berfungsi optimal. Hasil uji menunjukkan bahwa persenjataan dan sistem navigasi kapal memenuhi standar NATO yang diadopsi Indonesia.

KRI Prabu Siliwangi-321 akan resmi diresmikan di Jakarta pada akhir Maret 2026, bertepatan dengan upacara penguatan Komando Armada. Upacara ini diharapkan menjadi simbol modernisasi alutsista TNI AL.

Kedatangan kapal menambah kapasitas pertahanan laut Indonesia, yang memiliki wilayah perairan lebih dari 3,5 juta km persegi. Penambahan unit ini diharapkan meningkatkan kemampuan patroli, penegakan kedaulatan, dan respons cepat terhadap ancaman.

Pihak militer menegaskan bahwa passex dengan KRI Bung Karno-369 tidak hanya simbolis, melainkan latihan taktis yang meningkatkan kesiapan bersama. Latihan tersebut melibatkan prosedur komunikasi, manuver bersamaan, dan koordinasi tempur.

Baca juga:

Saat ini, KRI Prabu Siliwangi-321 tengah melakukan pemeliharaan ringan di Dermaga Panjang, Lampung, sebelum melanjutkan ke pelabuhan Tanjung Priok. Tim logistik memastikan semua persediaan bahan bakar, amunisi, dan kebutuhan kru tersedia.

Rencana operasional selanjutnya mencakup integrasi kapal ke dalam satuan tugas Koarmada I dan II, serta partisipasi dalam latihan bersama sekutu regional. Hal ini sejalan dengan kebijakan pertahanan maritim Indonesia yang menekankan kerja sama multinasional.

Media nasional melaporkan bahwa kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 mendapat sambutan positif dari masyarakat dan kalangan pertahanan. Mereka menilai langkah ini sebagai respons konkret terhadap tantangan keamanan laut di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pernyataannya, Laksamana TNI Tunggul menyampaikan bahwa kapal ini siap beroperasi penuh setelah penyelesaian bekal ulang. Ia menambahkan bahwa kesiapan personel dan teknologi kapal akan memperkuat deterrence Indonesia.

Dengan penambahan KRI Prabu Siliwangi-321, total kapal perang modern TNI AL meningkat, menegaskan komitmen pemerintah terhadap keamanan maritim. Pemerintah menargetkan peningkatan kapabilitas alutsista hingga 2028.

Kedatangan kapal menandai akhir dari operasi Penyeberangan Jala Raksa-26, yang melibatkan koordinasi lintas departemen dan dukungan logistik internasional. Operasi ini menunjukkan kemampuan TNI AL dalam melakukan transpor strategis jarak jauh.

Baca juga:

Secara keseluruhan, KRI Prabu Siliwangi-321 menjadi simbol kemajuan teknologi pertahanan Indonesia dan kesiapan negara dalam melindungi kedaulatan wilayah lautnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.