Media Kampung – Di tengah gempuran kuliner modern, jajanan tradisional seperti kue rangin dan pancong masih memiliki tempat di hati masyarakat. Salah satu buktinya adalah usaha Kue Rangin dan Pancong Legend milik Zaenal yang telah bertahan lebih dari tiga dekade di Malang. Usaha ini merupakan warisan keluarga yang kini diteruskan ke generasi kedua.
Warisan Keluarga yang Bertahan
Zaenal, yang lahir dan besar di Kota Batu, menceritakan bahwa usaha ini awalnya dirintis oleh orang tuanya. Kue rangin yang dijual memiliki ciri khas berupa parutan kelapa di dalam adonannya. Menariknya, jajanan ini dikenal dengan nama berbeda di berbagai daerah. “Kalau di Malang sering disebut serabi, di Bandung dikenal sebagai bandros. Di Surabaya namanya rangin, sedangkan di Jakarta lebih dikenal sebagai pancong,” ujarnya dalam acara Jagongan UMKM di Pro 4 RRI Malang, Rabu (24/6/2026).
Perjalanan Usaha Lebih dari 30 Tahun
Usaha yang telah berjalan lebih dari 30 tahun ini kemudian diteruskan oleh anak-anak Zaenal sebagai generasi kedua. Zaenal mengaku awalnya tidak pernah membayangkan akan melanjutkan usaha keluarga. Namun, kondisi saat itu membuatnya memilih menekuni usaha yang telah dirintis orang tuanya. “Karena keadaan, mau tidak mau saya harus ikut berjualan dan meneruskan usaha keluarga,” katanya.
Sejak 2012, Zaenal mulai aktif mengembangkan usaha tersebut. Pada masa awal, ia berjualan secara keliling selama kurang lebih dua tahun untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Wilayah Junrejo menjadi salah satu lokasi yang sering disinggahi. Dari sana, ia mulai mendapatkan pelanggan tetap yang terus bertambah.
Menetap di Jetis Sengkaling
Setelah memiliki basis pelanggan yang cukup kuat, Zaenal akhirnya memutuskan menetap di kawasan Jetis, Sengkaling. Hingga kini, lokasi tersebut menjadi tempat berjualan yang dikenal oleh para pelanggan setianya. Keberadaan Kue Rangin dan Pancong Legend tidak hanya menawarkan cita rasa tradisional, tetapi juga menjadi bukti bahwa kuliner warisan keluarga masih mampu bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat.
Kunci Keberhasilan: Kualitas Rasa dan Resep Warisan
Bagi Zaenal, menjaga kualitas rasa dan mempertahankan resep yang diwariskan orang tua menjadi kunci utama agar jajanan tradisional ini tetap diminati berbagai kalangan. Ia berharap usaha yang telah bertahan puluhan tahun ini dapat terus dilestarikan dan dikenal oleh generasi muda sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan