Media Kampung – Alfian (35), seorang penjual makanan ringan asal Surabaya yang kini tinggal di Tanggulangin, Sidoarjo, membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci utama meraih rezeki. Sejak 2020, ia berjualan maklor (makaroni telur) dan cilor, setelah sebelumnya mencoba usaha pentol yang persaingannya terlalu ketat. Kini, dengan modal awal Rp6 juta, ia mampu meraih omzet harian hingga Rp1 juta dan laba bersih rata-rata Rp500 ribu per hari.
Perjalanan Usaha Pak Alfian
Alfian memulai usaha kuliner pada 2020 dengan berjualan pentol. Namun, karena banyaknya pesaing, ia memutuskan beralih ke maklor yang dinilai memiliki peluang lebih besar. Saat itu, mentalnya belum setangguh sekarang. Ia belajar membuat cilor secara otodidak melalui video YouTube setelah banyak pelanggan menanyakannya. Kini, Alfian hanya membutuhkan modal bahan baku sekitar Rp200 ribu per hari untuk berjualan.
Konsistensi Jam Jualan
Setiap hari, Alfian berjualan dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Selama Ramadan, ia memperpanjang jam operasional hingga tengah malam untuk melayani pembeli yang lebih ramai. Ia selalu disiplin dengan jam jualan, meskipun kondisi sepi. “Mau ramai atau sepi, tetap buka jam tiga sore dan tutup jam sepuluh malam,” ujarnya.
Tantangan dan Keberhasilan
Tantangan terbesar adalah saat hujan, karena pembeli berkurang drastis. Namun, Alfian tetap bersyukur dan terus berjualan. Ia mengaku paling senang saat pembeli ramai. Dengan laba bersih rata-rata Rp500 ribu per hari, ia mampu menghidupi dirinya dan anaknya yang masih duduk di bangku TK. Alfian meninggalkan Surabaya untuk hidup lebih mandiri di Sidoarjo.
Kisah Alfian mengajarkan bahwa konsistensi dan kemauan belajar adalah kunci sukses dalam berwirausaha. Meski persaingan ketat dan cuaca tak menentu, ia tetap bertahan dan berkembang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan