Media Kampung – Oaken, label parfum artisan dan perawatan tubuh asal Indonesia, meluncurkan konsep terbaru bernama The Oaken Stillroom di gerai Ubud. Konsep ini lahir dari eksplorasi untuk menjembatani aroma dan cita rasa, dengan menggabungkan dunia kuliner dan tincture secara unik.
Terinspirasi dari stillroom tradisional—ruang tenang yang dulu digunakan untuk menyuling air botani, meracik ramuan herbal, dan mengolah hidangan sederhana—Oaken menerjemahkan aroma ke dalam menu hidangan ringan. Kolaborasi dengan Elemental, nomadic bar yang kini menjadi konsultan F&B, menghasilkan sajian seperti burrata dengan rempah aromatik dan biji labu, serta gelato rasa kelapa yang disajikan bersama juruh dan manisan kacang.
Menurut Christopher Kerrigan, Director dan Co-founder Oaken, aroma dan rasa saling terkait karena sebagian besar pengalaman perasa berasal dari indra penciuman. Banyak bahan parfum juga memiliki keterkaitan dengan dunia kuliner, menjadikan The Oaken Stillroom sebagai perpanjangan alami dari filosofi Oaken Lab.
Oaken didirikan oleh Christopher Kerrigan dan Cynthia Wirjono pada 2018. Berawal dari ruang 30 meter persegi di Pererenan, Bali, merek ini berkembang menjadi curated lifestyle brand yang menghadirkan produk esensial berbasis wewangian, mulai dari parfum, home fragrance, lilin aromaterapi, sabun, hingga perawatan tubuh.
Nama Oaken terinspirasi dari pohon oak, melambangkan kualitas, integritas, dan ketahanan. Bagi Christopher yang tumbuh di Oak Park, dekat Chicago, nama tersebut juga bermakna personal. Oaken juga menonjolkan kedekatan dengan Indonesia melalui experiential storytelling yang menggunakan bahan alami dan aroma lokal.
Selain Pererenan, Oaken memiliki lokasi permanen di Ubud yang dirancang sebagai ruang komunitas. Arsitekturnya merupakan kolaborasi dengan Rentara Studio. Oaken juga akan membuka kembali stall di Plaza Indonesia, Jakarta.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan