Media Kampung – 12 April 2026 | Pertamina menggelar wisuda pada Jumat (11) di Jakarta atas 168 usaha ultra mikro yang berhasil menyelesaikan program UMiMAX. Total omzet yang dihasilkan oleh para peserta mencapai Rp2,7 miliar.
Program UMiMAX merupakan inisiatif perusahaan energi untuk menstimulasi ekonomi inklusif. Fokus utama program ini adalah membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah serta korban PHK mengembangkan usaha mandiri.
Selama enam bulan, peserta diberikan pelatihan manajemen, akses permodalan, serta pendampingan teknis. Bantuan tersebut mencakup modal kerja hingga Rp10 juta per usaha dan fasilitas pemasaran digital.
Direktur Unit Usaha Mikro Pertamina, Rina Widyastuti, menyatakan bahwa program ini telah membuka peluang kerja baru di sektor informal. “Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian nasional,” ujarnya.
Mayoritas usaha yang terdaftar bergerak di bidang kuliner, kerajinan, serta jasa layanan rumah tangga. Contohnya, warung kopi milik Budi Santoso di Surabaya mencatat peningkatan penjualan sebesar 40 persen setelah mengikuti program.
Para peserta juga diminta menyusun rencana bisnis yang realistis dan berkelanjutan. Evaluasi akhir menilai kinerja berdasarkan pertumbuhan omzet, penciptaan lapangan kerja, dan kepatuhan terhadap standar kualitas.
Hasil wisuda menunjukkan bahwa 120 usaha berhasil meningkatkan omzet lebih dari 25 persen, sementara 48 usaha mencatat pertumbuhan di bawah angka tersebut namun tetap mencatat laba. Semua peserta dipastikan tidak kembali pada status pengangguran.
Pihak Pertamina menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan program ke 500 usaha dalam tahun depan. Target tersebut selaras dengan agenda pemerintah memperkuat ekonomi mikro dan menurunkan tingkat pengangguran.
Pengamat ekonomi, Dr. Andi Prasetyo, menilai inisiatif ini sebagai contoh kolaborasi sektor swasta dan publik yang produktif. “Jika model ini dapat direplikasi oleh perusahaan lain, dampak sosialnya akan sangat signifikan,” katanya.
Selain pendampingan bisnis, program UMiMAX juga memberikan akses ke platform e‑commerce milik Pertamina. Fitur tersebut memungkinkan peserta memasarkan produk secara nasional tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar.
Beberapa peserta mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang mereka terima. “Dulu saya tidak memiliki modal untuk memulai usaha, kini saya memiliki pelanggan tetap dan pendapatan yang stabil,” ujar Siti Nurhaliza, pemilik usaha tas anyaman.
Wisuda ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman antar pelaku usaha mikro. Para peserta saling berbagi strategi pemasaran dan tantangan operasional yang dihadapi.
Pertamina menambahkan bahwa keberhasilan program akan diintegrasikan dalam kebijakan CSR perusahaan ke depan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat reputasi perusahaan sebagai agen perubahan sosial.
Dengan total omzet Rp2,7 miliar, program UMiMAX menunjukkan potensi ekonomi mikro yang signifikan bila diberikan dukungan tepat. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa investasi pada usaha kecil dapat menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Ke depan, Pertamina berencana menambah modul pelatihan digital dan memperluas jaringan pasar untuk peserta. Upaya ini diharapkan meningkatkan daya saing usaha ultra mikro dalam era ekonomi berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, wisuda 168 usaha ultra mikro menandai langkah penting dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Program UMiMAX kini menjadi model yang dapat diadaptasi oleh sektor lain untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan