Media Kampung, Tangerang Selatan – Seorang satpam dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, berinisial TRS, nekat mencuri 1.700 ompreng berbahan stainless dan sejumlah inventaris dapur lainnya. Aksi ini dilakukan untuk mendapatkan uang guna membeli narkotika jenis sabu.
Fakta Utama Kasus Pencurian
Polisi dari Polsek Ciputat Timur telah menetapkan TRS sebagai otak pencurian tersebut. Selain TRS, dua pelaku lain berinisial DC dan GZ juga telah ditangkap, sementara satu pelaku lain berinisial H masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengungkapkan bahwa TRS mengaku menggunakan uang hasil penjualan barang curian untuk membeli paket sabu. Tes urine TRS juga menunjukkan hasil positif mengonsumsi amfetamin dan metamfetamin.
Barang yang Dicuri dan Cara Penjualan
Selain 1.700 ompreng stainless, para pelaku juga mengambil dua kompor gas, satu unit genset, satu blender, satu printer, perangkat CCTV, power box, dan satu bundel kunci gerbang dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (SPPG).
Penjualan ompreng dilakukan dengan harga Rp5.000 per kilogram, sedangkan satu unit genset dijual melalui marketplace seharga Rp3,5 juta kepada pelaku buron H.
Proses Penyelidikan dan Penangkapan
Kasus ini terungkap setelah pengelola dapur SPPG melaporkan hilangnya inventaris dapur. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, dan menganalisis rekaman CCTV yang mengarahkan penyelidikan kepada TRS.
TRS diketahui menyusun rencana pencurian dan mengajak ketiga pelaku lainnya untuk menjalankan aksinya, dengan TRS berperan sebagai dalang sekaligus pengarah aksi pencurian serta penjualan barang curian.
Penegakan Hukum dan Proses Selanjutnya
Para pelaku dikenai Pasal 477 ayat (1) huruf e dan huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Polisi masih memburu pelaku buron H untuk melengkapi proses penyidikan.
Konteks dan Dampak Kasus
Aksi pencurian yang dilakukan oleh seorang satpam dapur untuk membiayai konsumsi narkoba menjadi perhatian serius. Kasus ini menunjukkan tantangan dalam pengawasan dan keamanan inventaris di fasilitas sosial, serta menggarisbawahi pentingnya penanganan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja.
Polisi terus menelusuri aliran dana hasil kejahatan untuk mengungkap jaringan dan mencegah tindak kejahatan serupa di masa mendatang.















Tinggalkan Balasan