Media Kampung – Di balik kasus penyerangan berdarah terhadap karyawan PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) pada 1 Juni 2026, terungkap fakta baru yang mengarah pada sosok Ketua DPRD Indragiri Hulu (Inhu), Sabtu Pradansyah Sinurat. Alat berat diduga milik Ketua DPRD Inhu terlihat beroperasi di areal Hak Guna Usaha (HGU) milik PT SBP yang menjadi pusat sengketa.
Alat berat yang beraktivitas di lokasi tersebut diduga milik PT Anugerah Makmur Indah (AMI), perusahaan yang diketahui dimiliki oleh Sabtu Pradansyah Sinurat. Keberadaan alat berat ini memperkuat dugaan adanya kepentingan ekonomi di balik memanasnya situasi hingga berujung pada penyerangan terhadap karyawan PT SBP.
Sebelumnya, polisi telah mengamankan dua pelaku lapangan dan menetapkan Ketua Koalisi Nasional Reformasi Agraria (KNARA) Inhu, Andi Irawan, sebagai tersangka penganiayaan. Kini perhatian publik tertuju pada Ketua DPRD Inhu yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.
Rahman Manurung, Manajer Humas PT SBP, membenarkan bahwa laporan dugaan penyerobotan lahan yang diajukan perusahaannya ke Polda Riau telah naik ke tahap penyidikan. Proses pemeriksaan saksi dan pemberkasan sudah berjalan.
Sementara itu, Sabtu Pradansyah Sinurat sebelumnya telah diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Riau pada 23 April 2026 di Mapolres Inhu terkait laporan dugaan penyerobotan dan jual beli lahan di Desa Paya Rumbai. Namun, ia membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan pemanggilannya hanya bersifat klarifikasi. Ia menantang untuk mengecek langsung ke Kepala Desa Paya Rumbai apakah ada catatan jual beli lahan atas namanya.
Sabtu Pradansyah Sinurat menilai sengketa ini seharusnya diselesaikan secara perdata, bukan pidana. Ia juga masih mempertimbangkan untuk melaporkan balik pelapor.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan benang merah yang saling berkaitan: objek sengketa yang sama, aktivitas alat berat di lokasi, kehadiran Sabtu Pradansyah Sinurat dalam orasi beberapa hari sebelum penyerangan, serta proses hukum yang berjalan baik untuk kasus penyerobotan lahan maupun penganiayaan. Masyarakat berharap kepolisian mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan