Media Kampung, Tanggamus – Kodam XXIRadin Inten buka suara terkait viralnya video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Video yang diunggah akun Instagram infolampungss dari akun TikTok mamasdrink15 itu menampilkan koperasi berlatar perbukitan sehingga memicu beragam komentar warganet.

Kepala Penerangan Kodam XXIRadin Inten Letkol Inf Ranoviandy Chairul menegaskan bahwa berdasarkan pengecekan di lapangan, lokasi koperasi berada di tengah permukiman warga Pekon Sidokaton. “Lokasi KDKMP tersebut berada di tengah pemukiman warga Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa 7 Juli 2026.

Ranoviandy menjelaskan bahwa pembangunan gedung Koperasi Merah Putih bukan keputusan sepihak kepala pekon maupun pengurus koperasi, melainkan telah melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes). Seluruh tahapan pembangunan juga telah dilengkapi berita acara sebagai dasar legalitas. Menurutnya, lokasi tersebut dipilih berdasarkan kesepakatan masyarakat untuk memanfaatkan aset pekon guna menunjang kegiatan ekonomi warga.

Ia juga menyebut video yang beredar hanya menampilkan sudut tertentu sehingga memunculkan persepsi berbeda dari kondisi sebenarnya. “Video yang beredar sengaja dibingkai (framing) dari sudut pandang yang ekstrem oleh pembuat konten guna mencari jumlah tayangan (views) dan keterikatan (engagement) yang tinggi di media sosial, tanpa memikirkan dampak opini publik terhadap program pembangunan di daerah,” kata Ranoviandy. Ia menambahkan bangunan Koperasi Merah Putih saat ini telah selesai 100 persen dan siap dioperasikan.

Kepala Pekon Sidokaton, Indrio Basuki, juga memberikan klarifikasi terkait video yang beredar. Ia menegaskan narasi yang menyebut koperasi berada di bawah Gunung Tanggamus tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. “Kami mau mengklarifikasi bahwa video yang beredar di TikTok bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih yang ada di Pekon Sidokaton itu di bawah Gunung Tanggamus itu tidak benar. Bahwasanya pembangunan Kopdes yang ada di Pekon Sidokaton itu berada di tengah pemukiman masyarakat Pekon Sidokaton,” ujarnya. Indrio menjelaskan pembangunan koperasi telah disepakati melalui musyawarah yang melibatkan masyarakat, Badan Himpun Pemekonan (BHP), kepala dusun, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Keterangan serupa disampaikan warga Sidokaton, Supardi, yang mengaku terlibat langsung dalam pembangunan gedung tersebut sejak awal. Ia mengatakan bangunan tersebut berada di tengah kampung, berdekatan dengan lapangan dan rumah-rumah warga. “Kalau tidak percaya, rumah-rumah di dekat Gedung Merah Putih ini jaraknya hanya sekitar 10 meter saja. Di sebelahnya memang ada kebun yang digunakan untuk menanam tanaman sayuran,” ujar Supardi. Ia berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Pekon Sidokaton.