Media Kampung, Polres Katingan, Kalimantan Tengah, berhasil menangkap tiga terduga pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Insiden berdarah itu menewaskan tiga anggota polisi pada Kamis (2/7/2026) dini hari.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tiga orang berinisial S, R, dan N. Sebelumnya, seorang pria berinisial A (38) juga diamankan pada Jumat (3/7/2026) di sebuah lanting sedot emas di Desa Tumbang Pariyei. Namun, Dodik menegaskan bahwa peran A masih didalami penyidik.
Ketiga korban yang gugur adalah Aipda Yudhi Perdana Putra yang tewas di lokasi, serta Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto yang sempat hilang. Jasad Bripda Nopandri ditemukan pada Sabtu (4/7/2026), sedangkan Aiptu Sumariyanto ditemukan di Desa Rantau Asem, sekitar 8 kilometer dari lokasi penggerebekan, pada Minggu (5/7/2026).
Atas pengabdian mereka, Kapolri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta. Ipda Anumerta Sumariyanto dikenal sebagai anggota senior yang telah mengabdi hampir 25 tahun, sementara Briptu Anumerta Nopandri merupakan polisi muda dengan masa depan cerah.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak pengusutan tuntas kasus ini. Komisioner Choirul Anam meminta penyebab pasti kematian ketiga polisi diselidiki untuk menghindari simpang siur informasi. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, juga mendesak Mabes Polri membongkar seluruh jaringan sindikat narkoba, tidak hanya pelaku lapangan. Ia meminta evaluasi prosedur operasi standar serta penambahan personel dan perlengkapan demi keselamatan aparat.
Hingga kini, bandar sabu yang menjadi target operasi masih diburu. Polres Katingan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap otak di balik penyerangan tersebut.























Tinggalkan Balasan