Media Kampung – Seorang anak perempuan berusia 9 tahun berinisial A menjadi korban dugaan penganiayaan oleh ibu tiri dan ayah kandungnya di Kecamatan Batu Aji, Batam. Kasus ini terungkap berkat kepedulian komunitas ojek online (ojol) yang kemudian melaporkannya ke polisi.
Dalam video yang diterima, korban tampak mengalami luka lebam di kelopak mata kanan, wajah dipenuhi bekas luka, mulut lebam, dan tubuh sangat kurus. Komunitas ojol awalnya dihubungi oleh ayah korban yang meminta bantuan karena anak dan istrinya kehabisan stok makanan. Namun, saat mengecek kondisi korban, mereka mencurigai adanya kekerasan. Ketua Umum KOMANDO Batam, Feriandi Tarigan, mengatakan bahwa ibu tiri korban selalu menjawab saat korban ditanya soal luka-lukanya. Setelah dibawa keluar rumah, korban akhirnya berani mengaku sering dianiaya ibu tirinya.
Komunitas ojol kemudian berkoordinasi dengan Polsek Batuaji dan Polsek Sekupang. Informasi bahwa ibu tiri telah membeli tiket kapal ke Dumai pada 20 Juni 2026 membuat mereka khawatir pelaku melarikan diri. Berkat koordinasi cepat, terduga pelaku dan suaminya diamankan malam harinya sebelum keberangkatan.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, membenarkan pihaknya menyelidiki dugaan penganiayaan tersebut. Polisi menemukan luka lebam di mata korban sesuai video. Ibu tiri korban mengaku pernah memukul anak tersebut karena dianggap tidak mendengarkan perkataannya, sementara ayah kandung mengaku tidak tahu karena bekerja hingga malam dan diberi alasan anaknya terjatuh.
Polisi kemudian menetapkan wanita berinisial VJ, ibu tiri korban, sebagai tersangka penganiayaan. Husnul Afkar menyatakan penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan ayah kandung yang saat ini berstatus saksi dan telah diperbolehkan pulang.
Kondisi korban mulai membaik. Feriandi Tarigan mengatakan pembengkakan mata kanan berangsur pulih dan korban sudah bisa melihat normal. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menjenguk korban di RSUD Embung Fatimah. Namun, hingga kini belum ada keluarga yang mendampingi secara langsung. Ibu kandung korban yang bekerja di Malaysia telah dihubungi dan berencana segera pulang ke Batam. Ayah kandung sempat menjenguk pada Jumat dengan pengawalan polisi.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polsek Sagulung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan