Media Kampung – Seorang pemuda di Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi sasaran amuk massa setelah kedapatan menggunakan uang palsu senilai Rp12 juta untuk membeli sepeda motor secara cash on delivery (COD). Pelaku berhasil diamankan warga di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, pada Kamis (11/6/2026), sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Duren Sawit.

Kapolsek Duren Sawit, Kompol Sutikno, membenarkan bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Uang palsu yang digunakan diduga berjumlah 240 lembar pecahan Rp50 ribu. Peristiwa ini bermula saat pelaku dan korban sepakat bertransaksi jual beli motor secara COD. Setelah uang diserahkan, korban curiga dengan tekstur dan rupa lembaran uang tersebut. Setelah diperiksa, uang tersebut dipastikan palsu.

Korban segera berteriak dan mengejar pelaku yang mencoba melarikan diri. Teriakan korban menarik perhatian warga dan pengendara di sekitar lokasi. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil dikepung massa. Situasi sempat memanas karena warga yang geram nyaris melakukan main hakim sendiri. Namun, aparat kepolisian yang tiba di lokasi berhasil menenangkan massa dan mengevakuasi pelaku ke Polsek Duren Sawit.

Insiden ini menjadi pengingat maraknya penipuan bermodus COD di Indonesia. Sebelumnya, di Way Kanan, Lampung, seorang buronan begal berinisial AK (37) yang juga menggunakan modus jual beli motor melalui Facebook berhasil ditangkap setelah hampir satu tahun buron. AK merupakan bagian dari komplotan yang menjebak korban dengan transaksi fiktif, lalu merampas motor dan barang berharga korban dengan todongan senjata api.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bertransaksi secara tunai, terutama dengan nominal besar. Pengecekan keaslian uang sebelum menyerahkan barang sangat dianjurkan untuk menghindari kerugian.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.