Media Kampung – Kominfo Jatim menegaskan bahwa perang melawan hoaks butuh tiga kekuatan utama, yaitu masyarakat, pemerintah, dan platform digital. Hal ini disampaikan oleh Katim Kemitraan Komunikasi dan Lembaga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur, Eko Setiawan, dalam dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Rabu 10 Juni 2026.
Menurut Eko, tingginya penggunaan internet di Jawa Timur yang mencapai 80 hingga 90 persen membuat ruang digital menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, tanggung jawab menjaga ruang digital harus dilakukan bersama-sama.
Masyarakat menjadi elemen pertama yang berperan penting dalam menekan penyebaran hoaks. Mereka perlu memiliki kecakapan digital untuk memilih, memilah, dan memahami informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Kepedulian terhadap kualitas informasi sangat penting karena dampak hoaks tidak hanya menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga berpotensi memicu perpecahan, kepanikan, dan penipuan digital.
Elemen kedua adalah pemerintah. Pemerintah bertanggung jawab menghadirkan regulasi, edukasi, dan pengawasan. Upaya yang dilakukan meliputi program literasi digital, sosialisasi keamanan bermedia sosial, penyediaan kanal pengaduan konten negatif, dan penguatan perlindungan anak di internet. Eko menekankan bahwa hasil akan lebih efektif jika masyarakat ikut terlibat dan memiliki kesadaran yang sama.
Sementara itu, platform digital menjadi elemen ketiga yang tidak kalah penting. Penyelenggara platform harus memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta memperkuat pengawasan terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya.
Eko menegaskan bahwa ketiga elemen tersebut harus bergerak dalam arah yang sama. Kolaborasi menjadi kunci untuk membangun ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif. Ia mengingatkan bahwa jika hanya satu pihak yang bergerak, hasilnya tidak akan maksimal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.



