Media KampungKlarifikasi aksi penganiayaan yang viral akhirnya terungkap setelah beredar video seorang pria yang dipukul di media sosial. Pria tersebut ternyata adalah pelaku penggelapan mobil truk senilai Rp300 juta milik seorang pengusaha di Palembang.

Video yang ramai beredar itu menunjukkan aksi pemukulan yang dilakukan oleh Junaidi, direktur PT Citra Putra Manggala. Sebelum video tersebut viral, Junaidi telah melaporkan kasus penggelapan truk perusahaannya ke Polsek Sukarami.

Penasihat hukum Junaidi, Benny Murdani SH, menjelaskan bahwa potongan video yang beredar tidak menggambarkan peristiwa secara utuh. "Perlu kami luruskan, narasi yang berkembang di media sosial seolah-olah klien kami adalah pihak yang melakukan penganiayaan tanpa sebab. Faktanya, peristiwa ini berawal dari dugaan penggelapan mobil yang telah kami laporkan ke Polsek Sukarami," kata Benny dalam konferensi pers di Kopitiam Golf Palembang, Sabtu (6/6/2026).

Peristiwa bermula saat terduga pelaku melamar pekerjaan sebagai sopir di perusahaan Junaidi dan diterima bekerja. Ia diberikan kepercayaan berupa kunci kendaraan dan uang operasional, namun kendaraan tersebut tidak dikembalikan dan dibawa kabur. Melalui sistem GPS, mobil ditemukan di kawasan Desa Langkan, Kabupaten Banyuasin.

Setelah mengetahui kendaraannya dibawa kabur, Junaidi terpancing emosi dan melakukan pemukulan secara spontan. "Itu murni reaksi sesaat karena emosi. Tidak ada niat atau perencanaan untuk melakukan penganiayaan," tegas Benny.

Junaidi menyesalkan kejadian tersebut dan mengaku emosi karena merasa dirugikan. "Saya menyesal atas kejadian itu. Saat itu saya emosi karena merasa sangat dirugikan dan kehilangan kendaraan, namun itu terjadi secara spontan," pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.