Media Kampung – Penulis dan kreator konten Ahmad Bahar mengungkap alasan di balik kedatangan belasan anggota organisasi masyarakat GRIB Jaya ke kediamannya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (17/5/2026). Aksi tersebut dipicu oleh sebuah konten video di akun TikTok miliknya yang dianggap menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.
Menurut Ahmad Bahar, peristiwa tersebut bermula dari peretasan pada nomor WhatsApp miliknya dan putrinya pada Kamis (14/5/2026) malam. Peretasan tersebut menyebabkan nomor mereka mengirimkan pesan dan video bernada ancaman kepada sejumlah anggota GRIB Jaya. “Nomor saya dan nomor anak saya sama-sama diretas,” ujar Ahmad saat ditemui di rumahnya.
Video yang dikirim tersebut sebenarnya merupakan potongan rekaman yang pernah dibuat Ahmad sebagai tanggapan terhadap perseteruan antara tokoh politik Amien Rais dan Hercules. Namun, video itu telah dimodifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan sehingga memunculkan kesan yang berbeda dan menimbulkan salah paham.
Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, menambahkan bahwa peretasan juga menyebabkan pihak GRIB Jaya menuduh putrinya, yang berinisial F, terlibat dalam pengiriman pesan ancaman. Padahal, mereka sama sekali tidak memiliki kontak dengan Hercules dan tidak pernah mengirim pesan seperti yang dituduhkan. “Anak saya perempuan, mana mungkin terlibat masalah seperti itu,” ucap Yenni.
Ketika anggota GRIB Jaya mendatangi rumah Ahmad Bahar, baik Ahmad maupun Yenni sedang tidak berada di lokasi. Karena tidak menemukan Ahmad Bahar, beberapa anggota ormas tersebut meminta putrinya untuk ikut ke kantor DPP GRIB Jaya guna memberikan klarifikasi. Namun, polisi memastikan bahwa putri Ahmad Bahar dalam kondisi aman dan sehat setelah kejadian itu.
Kepolisian Metro Depok membenarkan adanya laporan terkait kedatangan anggota GRIB Jaya ke rumah Ahmad Bahar dan langsung melakukan pengecekan di lokasi setelah menerima pengaduan warga. Kasie Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menyatakan bahwa masalah ini berawal dari konten video Ahmad Bahar yang dianggap merugikan Hercules. “Persoalan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Polres Metro Depok,” ujarnya.
Sementara itu, DPP GRIB Jaya membantah keras tudingan adanya aksi pengepungan atau penyanderaan saat mendatangi rumah Ahmad Bahar. Kepala Bidang Humas dan Publikasi GRIB Jaya, Marcel Gual, menegaskan bahwa kedatangan mereka dilakukan secara persuasif dan dengan pengawasan aparat kepolisian serta perangkat desa setempat. Mereka hanya berniat melakukan klarifikasi terkait konten video yang dianggap menyerang Ketua Umum GRIB Jaya.
Marcel juga menyayangkan sikap Ahmad Bahar yang memilih meninggalkan lokasi saat upaya klarifikasi berlangsung dan tidak dapat dihubungi. Meski demikian, GRIB Jaya berkomitmen menempuh jalur hukum untuk menangani dugaan doxing dan intimidasi siber yang menimpa organisasi tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan tokoh publik sekaligus menimbulkan kegaduhan di media sosial. Namun, dengan adanya mediasi dan penjelasan dari kedua pihak serta keterlibatan aparat kepolisian, situasi kini telah mereda dan ditangani secara baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan