Media Kampung – Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan mutasi terhadap 10 Brigadir Jenderal Polisi yang ditempatkan di lingkungan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan dan pelatihan di tubuh institusi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari mutasi dan rotasi yang mencakup 108 perwira tinggi dan menengah pada Mei 2026.

Keputusan mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Rahasia Nomor ST/960/KEP./2026 yang ditandatangani oleh Asisten SDM Kapolri, Anwar, pada 7 Mei 2026. Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa pergeseran jabatan ini merupakan proses regenerasi kepemimpinan serta penyegaran organisasi yang alami dalam pembinaan karier dan penguatan struktur Polri.

Mutasi tersebut memindahkan beberapa pejabat penting ke posisi pengajar dan widyaiswara di berbagai satuan pendidikan Polri, seperti Sekolah Polisi Negara (Akpol), Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK). Di antaranya, Muhammad Taslim Chairuddin yang sebelumnya menjabat Wakil Gubernur Akpol dialihkan menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK I di Sespim Lemdiklat Polri.

Selain itu, Brigjen Idodo Simangunsong dan Raden Slamet Santoso yang sebelumnya bertugas di Baharkam Polri kini berperan sebagai dosen utama di STIK dan Akpol. Beberapa Brigjen lain, seperti Bahtiar Ujang Purnama dan Sofyan Nugroho, juga dipindahkan ke posisi widyaiswara dan dosen utama di lingkungan pendidikan kepolisian.

Tiga Brigjen yakni Anthony Agustinus Koylal, Selamat Topan, dan Turman Sormin Siregar yang sebelumnya menjabat widyaiswara utama di Sespim Lemdiklat Polri, dialihkan ke posisi Pati Lemdiklat Polri dalam rangka persiapan pensiun. Sementara itu, Golkar Pangarso Rahardjo berubah posisi dari Wakapolda Kalimantan Selatan menjadi dosen utama di STIK Lemdiklat Polri.

Mutasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri dan mendukung pengembangan pendidikan serta pelatihan kepolisian. Dengan penempatan para Brigjen di lembaga pendidikan, Polri berharap dapat memperkuat pembinaan profesionalisme anggota dan regenerasi kepemimpinan di masa depan.

Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika organisasi Polri untuk menjaga kesinambungan dan efektivitas pelayanan institusi kepada masyarakat. Proses ini juga menjadi sarana pembinaan karier yang berkelanjutan bagi para perwira tinggi dan menengah Polri.

Dengan posisi baru di Lemdiklat, para Brigjen diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencetak kader kepolisian yang kompeten dan profesional. Kondisi ini menjadi bagian dari strategi Polri dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di era modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.