Media Kampung – Brayan Fernández, pengemudi kendaraan pengantar produk susu, meninggal dunia setelah berjuang selama beberapa hari di rumah sakit akibat luka parah yang dideritanya dalam serangan bersenjata di San Pedro Sula, Honduras. Ia menjadi korban kedua dari insiden penyerangan yang terjadi pada 5 Mei 2026 di kawasan Colonia Centroamérica dekat Institut José Trinidad Reyes.
Peristiwa tragis ini bermula saat Brayan bersama dengan Josué Nain Fernández Perdomo, yang juga merupakan sepupunya dan petugas pengantar, sedang melakukan pengiriman produk susu ke sebuah toko kelontong. Saat itu, sejumlah pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba menghampiri dan menembaki mereka tanpa peringatan.
Akibat serangan tersebut, Josué meninggal seketika di lokasi kejadian karena mengalami luka tembak yang parah. Sementara Brayan mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit Mario Catarino Rivas untuk mendapatkan perawatan intensif.
Meski telah menjalani beberapa operasi dan menerima perawatan medis yang intensif, kondisi Brayan tetap kritis hingga akhirnya ia meninggal pada malam hari setelah lebih dari seminggu berjuang untuk hidupnya. Keluarga mengungkapkan bahwa biaya pengobatan yang telah mereka keluarkan mencapai sekitar 400.000 lempira, termasuk biaya operasi yang terus berlanjut.
Jenazah Brayan Fernández kemudian dibawa ke Santa Bárbara, daerah asal keluarganya, untuk dimakamkan sesuai dengan tradisi keagamaan setempat. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengumumkan adanya tersangka maupun motif dari serangan tersebut.
Serangan ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar, sekaligus menyoroti kondisi keamanan yang masih menjadi perhatian di San Pedro Sula, terutama bagi para pekerja yang menjalankan tugas sehari-hari mereka.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan