Media Kampung – Polisi di Lumajang meningkatkan patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas, khususnya di wilayah Desa Sumberjati, Kecamatan Tempeh. Langkah ini dilakukan Polsek Tempeh pada Minggu malam, 19 April 2026, dengan mengedepankan patroli dialogis yang melibatkan pendekatan langsung ke warga. Dua personel, Aipda Masrur dan Aipda Wahyono, menyusuri permukiman untuk menyampaikan imbauan terkait pentingnya menjaga kondusivitas lingkungan bersama-sama.

Selama patroli malam itu, petugas tidak hanya berkeliling, tetapi juga berdialog dengan masyarakat mengenai upaya pencegahan tindak kejahatan dan gangguan keamanan lainnya. Aipda Masrur menegaskan kepada warga bahwa kewaspadaan harus selalu ditingkatkan dan masyarakat diharapkan tidak lengah terhadap situasi sekitar. “Kewaspadaan terhadap situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing perlu ditingkatkan. Jangan lengah. Mari jaga bersama kondusivitas wilayah kita,” ujarnya saat berbicara langsung dengan warga pada Senin, 20 April 2026.

Masrur juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Ia mengajak warga segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. “Kami ingin masyarakat bisa menjadi ‘polisi’ untuk dirinya sendiri dan lingkungannya. Artinya, selalu waspada, peduli, dan ikut menjaga keamanan bersama,” tambahnya.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat pada malam hari disambut positif. Warga merasa lebih aman dan leluasa menyampaikan aspirasi maupun keluhan terkait keamanan tanpa harus datang ke kantor polisi. Hal ini dinilai efektif karena masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan petugas, sehingga segala potensi gangguan keamanan bisa diantisipasi sejak dini.

Kapolsek Tempeh, AKP Syamsul Arifin, mengungkapkan bahwa patroli sambang dan penyuluhan kamtibmas merupakan strategi preventif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Ia menegaskan, pihaknya mendorong anggota untuk aktif turun ke lapangan dan berinteraksi dengan warga guna memberikan edukasi terkait keamanan. “Kami dorong anggota aktif turun ke lapangan, berinteraksi, dan memberi edukasi kamtibmas. Dengan cara ini, kepercayaan publik terhadap Polri diharapkan meningkat,” jelas Syamsul.

Syamsul menambahkan, kepolisian tidak mungkin mengawasi seluruh wilayah desa selama 24 jam penuh tanpa dukungan aktif masyarakat. Menurutnya, strategi jemput bola seperti yang dilakukan oleh Aipda Masrur dan Aipda Wahyono merupakan upaya kolektif menjaga keamanan di wilayah hukum Polsek Tempeh. “Apa yang dilakukan Aipda Masrur dan Aipda Wahyono adalah strategi jemput bola. Menjaga kondusivitas di wilayah hukum Polsek Tempeh adalah tanggung jawab kolektif. Keamanan bukan beban, melainkan investasi bersama untuk kenyamanan hidup,” tegasnya.

Kapolsek juga menyoroti pentingnya kehadiran polisi secara konsisten, terutama saat jam-jam rawan, untuk memperkecil jarak antara kepolisian dan masyarakat. Dengan demikian, jika ada informasi terkait keamanan, koordinasi antara polisi dan warga akan berjalan lebih cepat dan akurat. “Ketika masyarakat percaya, koordinasi terkait informasi keamanan akan mengalir lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Kegiatan patroli dialogis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Tempeh terhadap pentingnya menjaga kamtibmas secara bersama. Dengan keterlibatan aktif warga dan kehadiran polisi di lapangan, lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis bisa terwujud di Kecamatan Tempeh, Lumajang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.