Media Kampung – Seorang pria berusia 63 tahun di Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, melakukan aksi suami bakar istri setelah terjadinya cekcok rumah tangga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 24 April 2026, dan langsung menimbulkan luka bakar serius pada kedua korban.
Pasangan tersebut sebelumnya telah mengajukan perceraian pada Maret 2026, namun proses pengadilan belum menghasilkan keputusan.
Puncak kejadian terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.50 WIB, ketika korban hendak melaksanakan salat Isya.
Pelaku kemudian menyiramkan bensin ke tubuh korban dan menyalakan api, menyebabkan korban berlari keluar rumah sambil meminta bantuan.
Warga sekitar mendengar teriakan korban, segera bergegas menolong dan berhasil memadamkan api yang menyelimuti tubuhnya.
Saat api berhasil dipadamkan, warga menemukan masih ada bara yang menyala di dalam rumah.
Ketika masuk, warga melihat pelaku juga terbakar, diduga ia mencoba membakar dirinya sendiri dengan sisa bensin.
Kedua korban kemudian dilarikan ke RSUD Genteng untuk penanganan intensif.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar 100 persen, sementara pelaku menderita luka bakar sekitar 85 persen.
Polisi menyatakan bahwa hubungan rumah tangga pasangan tersebut memang tidak harmonis dan kerap terjadi pertengkaran.
Investigasi awal mengindikasikan faktor stres ekonomi sebagai pemicu utama konflik tersebut.
Petugas kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk rekaman saksi dan barang bukti berupa sisa bensin.
Kasus ini menambah daftar kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di wilayah Banyuwangi dalam beberapa bulan terakhir.
Para ahli menekankan pentingnya mediasi dan bantuan psikologis bagi pasangan yang mengalami konflik ekonomi.
Pemerintah daerah berjanji akan meningkatkan layanan perlindungan bagi korban kekerasan rumah tangga.
Sementara itu, proses hukum terhadap pelaku masih dalam tahap penyidikan dan akan diajukan ke pengadilan.
Kondisi terkini, kedua korban masih berada di ruang perawatan intensif RSUD Genteng dan dipantau secara medis setiap hari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan