Media Kampung – TNI AL berhasil menangkap 21 pelaku begal sadis di wilayah Belawan, Kota Medan, menambah rasa aman warga setempat.

Operasi pertama dilaksanakan pada Jumat 17 April 2026, ketika 15 personel Prajurit Polisi Militer Angkatan Laut Komando Armada I mengejar seorang tersangka berinisial AP yang diduga terlibat pencurian, pembegalan, dan ancaman terhadap kepala lingkungan.

Dari tangan AP petugas menyita satu alat hisap sabu, paket plastik berisi sabu, serta satu obeng yang diduga dipakai dalam aksi kejahatan.

Sebelum operasi kedua, seluruh personel menggelar briefing di Lapangan Apel Pomal Koarmada I, memastikan koordinasi matang sebelum melanjutkan penangkapan.

Pada Minggu 19 April sekitar pukul 04.50 WIB, tim TNI AL bersama Polri dan Pemerintah Kota Medan melakukan penggerebekan di Jalan KL Yos Sudarso, Belawan, dan mengamankan tersangka berinisial IS (21) yang diduga terlibat dalam begal, pencurian dengan kekerasan, serta dugaan pembacokan.

Tim menggunakan dua mobil pribadi dan empat sepeda motor, lalu melakukan tindakan cepat ketika target melintas dengan sepeda motor, sehingga IS dapat diamankan tanpa perlawanan.

Dari IS petugas menemukan satu bilah pisau dapur, pistol mainan, kunci inggris, dan beberapa barang lain yang kini menjadi barang bukti penting untuk penyelidikan.

Kolonel Laut (P) Wahyu menyatakan, ‘Operasi ini menunjukkan kemampuan TNI AL dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Belawan.’

Kehadiran personel di Markas TNI AL menarik perhatian warga yang berdatangan memberikan pujian atas keberhasilan operasi dan menyoroti pentingnya keamanan di wilayah pelabuhan.

Kerja sama lintas lembaga antara TNI AL, Polri, dan Pemerintah Kota Medan menjadi faktor utama keberhasilan penangkapan sekaligus memperkuat sinergi keamanan daerah.

Dari 21 tersangka, 11 orang telah diserahkan kepada Polri untuk diproses hukum, 8 orang dipulangkan ke keluarga, sementara 2 orang masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan.

Pihak TNI AL mengimbau masyarakat terus melaporkan tindakan mencurigakan kepada aparat guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Hingga kini proses penyelidikan masih berjalan, dengan harapan semua bukti dapat mengungkap jaringan kriminal lebih luas di Belawan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.