Media Kampung – Belakangan ini, perhatian orang tua semakin meningkat terkait beredarnya mainan suntikan yang masih dilengkapi jarum. Fenomena ini mencuat setelah seorang ibu membagikan pengalaman anaknya membeli mainan suntik-suntikan tersebut yang ternyata berbahaya.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, memperingatkan bahwa jarum suntik bekas termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang harus ditangani dengan cara khusus. “Semua bekas jarum suntik tidak boleh dibuang sembarangan, harus dibuang ke safety box limbah medis,” ujarnya.
Risiko Kesehatan
Mainan suntikan yang masih berjarum dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan bagi anak, antara lain:
- Luka tusuk: Jarum dapat menusuk kulit anak dan menyebabkan luka, bahkan bisa patah dan tertinggal di dalam kulit.
- Risiko infeksi: Jika jarum berasal dari alat bekas, ada kemungkinan terkontaminasi darah yang dapat menyebabkan infeksi.
- Risiko penularan penyakit: Jarum yang terkontaminasi darah dapat menularkan penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.
Tindakan yang Perlu Dilakukan Orang Tua
Jika orang tua menemukan anak bermain dengan mainan suntikan berjarum, berikut beberapa langkah yang harus diambil:
- Hentikan aktivitas tersebut dan jauhkan jarum dari jangkauan anak.
- Jangan menyentuh jarum secara langsung. Mintalah bantuan petugas kesehatan jika perlu.
- Jika anak tertusuk, segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun.
Perhatian dan kewaspadaan orang tua sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan dari mainan yang berbahaya ini.












