Media Kampung – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa pihaknya memantau kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter berinisial IS di Bandung, Jawa Barat. Kasus ini semakin mencuat setelah laporan dari ibu korban mengenai perilaku mencurigakan terhadap anaknya yang berusia 3,5 tahun.

Dante menjelaskan, saat ini izin praktik dokter tersebut belum dicabut dan proses pemeriksaan masih berlangsung. “Nanti itu ada komitenya, namanya Komite Etik. Nanti Komite Etik yang bekerja, setelah Komite Etik ini sudah bekerja, nanti kita laporkan hasilnya ke teman-teman sekalian,” kata Dante saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada Kamis (22/10).

Menurut penjelasan Dante, Kemenkes telah melakukan pemantauan terhadap kasus ini, namun untuk saat ini, informasi lebih lanjut masih bersifat rahasia hingga investigasi selesai. “Kita sudah memantau, tapi ini masih kerahasiaan untuk investigasinya. Nanti kalau sudah ada hasilnya, kita akan berikan laporan kepada teman-teman sekalian,” ujarnya.

Detail Kasus

Kasus ini bermula ketika ibu korban melaporkan bahwa anaknya sempat dibawa pergi oleh IS sejak 28 September 2026. Dalam laporannya, anak tersebut diduga dibawa ke sebuah hotel dan diperlihatkan video porno. Kecurigaan terhadap dugaan kekerasan seksual muncul setelah anak mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil dan ditemukan luka pada organ intimnya. Hasil visum menunjukkan bahwa korban terinfeksi gonore.

Polda Jawa Barat kemudian menangkap IS di sebuah apartemen di kawasan Bekasi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan dilakukan oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Barat. Setelah ditangkap, IS dibawa ke Polda Jabar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.