Diabetes Kini Mengintai Usia Produktif

Media Kampung – Diabetes mellitus selama ini dikenal sebagai penyakit orang tua. Namun, tren klinis menunjukkan pergeseran signifikan: penyakit metabolik kronis ini semakin sering ditemukan pada usia produktif, yakni rentang 25 hingga 45 tahun. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Bali, dr. Luh Putu Dea Sasmita Pralambari, SpPD, mengungkapkan bahwa faktor utama pemicunya adalah pola hidup yang tidak sehat.

Cara Akurat Mendeteksi Diabetes

Banyak masyarakat mengandalkan alat screening stick atau glukometer mandiri melalui tusukan di ujung jari. Namun, dr. Dea menegaskan bahwa untuk hasil yang benar-benar akurat, pemeriksaan menggunakan sampel darah vena lebih direkomendasikan. Metode ini menghasilkan sampel darah yang lebih murni, stabil, dan akurat. Pemeriksaan gula darah terbagi menjadi dua skema: gula darah puasa dan gula darah sewaktu.

Penyebab Utama: Gangguan Insulin

Secara patofisiologi, diabetes dipicu oleh gangguan pada hormon insulin yang diproduksi pankreas. Gangguan ini bisa berupa absennya produksi insulin, ketidakmampuan insulin bekerja maksimal, atau kombinasi keduanya. Meskipun ada tipe diabetes bawaan atau autoimun, kasus pada usia produktif saat ini didominasi oleh faktor gaya hidup.

“Banyak kasus sekarang, setelah kita gali, tidak ada faktor lain kecuali dari pola hidup pasien itu sendiri. Ini adalah hasil dari tabungan kebiasaan yang kurang baik yang dikumpulkan sedikit demi sedikit,” jelas dr. Dea dalam wawancara dengan rri.co.id pada Jumat, 26 Juni 2026.

Faktor Genetika Bukan Vonis

Banyak orang pasrah jika memiliki orang tua penyandang diabetes, mengira penyakit ini pasti menurun. Secara medis, faktor genetika memang meningkatkan risiko, namun bukan vonis mati. dr. Dea menganalogikannya seperti bibit tanaman. Faktor genetik adalah bibit yang tertanam. Jika seseorang dengan riwayat keluarga menerapkan pola hidup buruk, ia menyiram bibit tersebut sehingga diabetes muncul lebih cepat. Sebaliknya, modifikasi gaya hidup sehat dapat menekan risiko secara signifikan.

Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati

Kesadaran dini dan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama mencegah diabetes di usia produktif. Pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan pemantauan gula darah secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko genetik.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.