Media Kampung – Asma sering dianggap masyarakat hanya sebagai penyakit yang ditandai dengan sesak napas. Padahal, asma merupakan peradangan kronis pada saluran pernapasan yang bisa berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam jiwa. Dokter spesialis paru dari IDI Madiun, dr. Fadlia Yulistiana, Sp.P., M.Kes., FISR, mengingatkan bahwa asma memiliki gejala yang beragam dan tidak boleh disepelekan.

Gejala Asma yang Perlu Diwaspadai

Menurut dr. Fadlia, asma dapat menyerang semua kelompok usia. Gejala yang umum muncul meliputi sesak napas, mengi (suara napas berbunyi), batuk terutama pada malam hari, dan gangguan tidur. Penyempitan saluran napas menjadi penyebab utama keluhan pada penderita asma, sehingga aliran oksigen ke tubuh terganggu.

Selain gejala ringan, asma juga bisa berkembang menjadi serangan berat yang dikenal dengan istilah silent chest. Pada kondisi ini, saluran napas menyempit secara ekstrem sehingga suara napas tidak lagi terdengar. Kondisi ini sulit terdeteksi oleh orang awam dan sangat berbahaya.

Pentingnya Diagnosis Dini

Diagnosis asma dilakukan melalui wawancara medis dan pemeriksaan fungsi paru seperti spirometri. Pemeriksaan ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan dan penanganan yang tepat. Masyarakat yang mengalami gejala berulang dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Penanganan yang tepat dapat membantu penderita mengontrol penyakit dan mencegah komplikasi berbahaya. dr. Fadlia juga mendorong penderita asma untuk lebih mengenali kapasitas dirinya agar mampu mencegah kekambuhan. Salah satu langkah sederhana adalah menggunakan masker saat berada di kawasan dengan polusi udara tinggi.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan tidak menyepelekan penyakit ini, risiko serangan asma berat dapat diminimalkan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang mencurigakan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.