Media Kampung – Eric Schmidt, mantan CEO Google, mendapat reaksi keras dari ribuan mahasiswa saat memberikan pidato tentang kecerdasan buatan (AI) di upacara wisuda University of Arizona. Suasana stadion yang penuh sesak berubah menjadi riuh dengan suara cemoohan ketika Schmidt membahas dampak AI dalam berbagai aspek kehidupan.
Pidato Schmidt dimulai dengan refleksi tentang perkembangan teknologi dan pengetahuan manusia yang telah berlangsung selama berabad-abad. Namun, ketika ia menyebutkan AI sebagai pendorong revolusi teknologi berikutnya, sebagian besar audiens mulai mengekspresikan ketidaksetujuan mereka dengan sorakan dan cemoohan.
Schmidt menyatakan, “Pada Desember lalu, majalah Time memilih para arsitek kecerdasan buatan sebagai orang tahun ini untuk 2025.” Pernyataan ini memicu reaksi keras dari para mahasiswa yang khawatir tentang masa depan pekerjaan dan perubahan sosial akibat AI. Schmidt berusaha menenangkan dengan mengatakan, “Saya tahu banyak dari kalian merasa takut. Ada ketakutan bahwa masa depan sudah ditentukan, bahwa mesin akan mengambil alih pekerjaan, dan bahwa kalian mewarisi masalah yang tidak kalian buat.” Namun, cemoohan tetap terdengar kencang.
Ia menambahkan bahwa ketakutan tersebut diperkuat oleh media sosial yang mengandalkan algoritma untuk meningkatkan interaksi melalui rasa takut dan kecemasan. Meski begitu, Schmidt mencoba memberikan pesan optimis dengan menegaskan bahwa masa depan belum ditetapkan dan generasi muda memiliki peran dalam membentuk perkembangan AI.
Namun, upaya Schmidt tidak mampu meredam penolakan yang terlihat jelas dari mahasiswa yang semakin keras menyuarakan ketidaksetujuan mereka. Pernyataan Schmidt yang menekankan bahwa AI akan memengaruhi setiap bidang pekerjaan, bahkan bagi yang tidak tertarik pada ilmu pengetahuan, kembali mendapat sorakan terbesar dari penonton.
Selain isu AI, beberapa mahasiswa juga diketahui telah merencanakan untuk mengecam Schmidt karena tuduhan pelecehan seksual yang pernah dilaporkan terhadapnya tahun sebelumnya. Tuduhan tersebut menurut kuasa hukum Schmidt adalah tidak berdasar dan telah diselesaikan melalui arbitrase.
Acara wisuda di Casino Del Sol Stadium itu pun menjadi momen yang penuh ketegangan, dengan Schmidt menghadapi penolakan keras dari kalangan mahasiswa yang mengekspresikan kekhawatiran mereka tentang masa depan yang dipengaruhi oleh teknologi AI dan isu-isu sosial lainnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan