Media Kampung, Oslo – Norwegia tengah berduka setelah wafatnya Raja Harald V pada usia 89 tahun, menandai berakhirnya masa pemerintahan selama 35 tahun yang penuh pengabdian dan stabilitas. Ribuan warga Norwegia berkumpul di depan Istana Kerajaan Oslo untuk memberikan penghormatan terakhir, menaburkan bunga dan meninggalkan kartu ucapan belasungkawa sebagai tanda penghargaan atas jasa sang Raja.
Raja Harald V dikenal sebagai sosok yang mampu menyatukan rakyat Norwegia dan membawa monarki ke era modern. Ia lahir di dekat Oslo pada 1937, menjadi pangeran kelahiran Norwegia pertama dalam lebih dari lima abad. Masa kecilnya penuh tantangan, termasuk pelarian ke Swedia dan Amerika Serikat saat pendudukan Jerman Nazi pada Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, ia menempuh pendidikan di sekolah umum, akademi militer Norwegia, dan Universitas Oxford. Selain itu, Harald juga terkenal sebagai pelaut berbakat yang mewakili Norwegia dalam Olimpiade.
Kematian Raja Harald V pada 28 Agustus 2026 menandai berakhirnya babak penting dalam sejarah monarki Norwegia. Hari berikutnya, ribuan warga Norwegia memberikan penghormatan di Slottsplassen, alun-alun depan istana, yang dipenuhi bunga warna-warni. Seluruh negeri juga menyatakan masa berkabung nasional, dan berbagai gereja serta balai kota membuka pintu untuk masyarakat menyalakan lilin dan menulis pesan belasungkawa.
Anak sulung Raja Harald V, Pangeran Mahkota Haakon, secara otomatis naik takhta sebagai Raja Haakon VIII. Ia akan mengambil sumpah dalam upacara konsekrasi tanpa kemegahan seperti tradisi korona yang lazim di negara lain, karena Norwegia tidak lagi mengadakan upacara korona sejak 1906. Raja Haakon VIII mengadopsi moto “All for Norway” yang diwariskan dari kakek buyutnya dan akan memulai tugasnya di tengah tantangan untuk memperkuat dukungan publik, terutama setelah beberapa kontroversi yang melibatkan keluarganya.
Raja Harald V meninggalkan warisan sebagai simbol persatuan dan keteguhan bagi rakyat Norwegia, yang kini memasuki era baru di bawah kepemimpinan Raja Haakon VIII. Pemerintah dan masyarakat Norwegia bersiap melanjutkan tradisi monarki konstitusional yang simbolis, dengan fokus pada stabilitas dan keberlanjutan pemerintahan.















Tinggalkan Balasan