Media Kampung – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un secara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk membangun kapal perang berbobot 10.000 ton serta memperkuat armada laut yang dipersenjatai senjata nuklir. Pengumuman ini disampaikan saat menghadiri upacara pengoperasian kapal perusak Choe Hyon di Kota Nampo pada Selasa (23/6), sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita KCNA, Rabu (24/6).

Dalam pidatonya, Kim menegaskan bahwa program persenjataan nuklir untuk angkatan laut Korea Utara berjalan sesuai rencana tanpa hambatan. “Program untuk melengkapi angkatan laut dengan senjata nuklir sedang berjalan sesuai rencana tanpa hambatan,” ujar Kim. Ia menyebut langkah ini penting untuk memastikan kekuatan nuklir Korut dapat digunakan secara lebih beragam dan efektif. Penguatan armada laut, menurut Kim, merupakan bagian dari strategi pertahanan jangka panjang Pyongyang.

Kapal Choe Hyon yang diresmikan merupakan salah satu dari dua kapal perang kelas 5.000 ton yang diluncurkan Korea Utara tahun lalu. Pyongyang sebelumnya mengklaim bahwa kapal tersebut dilengkapi dengan persenjataan paling kuat yang dimiliki negaranya. Kim juga mengumumkan bahwa kapal perusak Kang Kon akan segera beroperasi, dan setelah itu Korea Utara berencana meluncurkan sejumlah kapal perang strategis berbobot 10.000 ton secara bertahap.

“Setelah Choe Hyon, kami akan segera mengoperasikan kapal perusak Kang Kon. Setelah itu kami akan meluncurkan kapal perang strategis 10.000 ton satu demi satu,” kata Kim dalam pidatonya.

Pekan ini, Kim kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemampuan militer Korea Utara. Ia sebelumnya menuding modernisasi militer Amerika Serikat dan Korea Selatan telah mendorong Semenanjung Korea ke ambang perang nuklir. Pernyataan ini semakin mempertegas sikap Pyongyang yang terus mengembangkan kapabilitas pertahanan, termasuk di sektor maritim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.