Media Kampung – Hingga Senin (22/6/2026), sebanyak 28 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat tabrakan dua kereta api di utara London pada Jumat (19/6) lalu. Kepala Kepolisian Transportasi Inggris, Lucy D’Orsi, mengungkapkan bahwa sembilan dari korban tersebut berada dalam kondisi kritis.
Insiden yang melibatkan dua kereta East Midlands Railway (EMR) di selatan Bedford, Inggris tengah, menewaskan seorang masinis di lokasi kejadian. Lebih dari 80 orang mendapat perawatan di rumah sakit, dengan rincian 11 orang luka sangat serius, 32 luka serius, dan 56 luka ringan menurut Layanan Ambulans East of England.
Menteri Transportasi Inggris, Heidi Alexander, menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan. Ia menjamin penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polisi Transportasi Inggris bersama Rail Accident Investigation Branch (RAIB) tengah mengumpulkan fakta di lapangan.
Salah seorang penumpang, Paul Cavin, menceritakan kepada BBC bahwa keretanya sedang berhenti ketika tiba-tiba ditabrak dari belakang dengan cukup keras. Ia melihat banyak korban berjalan menjauh, beberapa mengalami cedera wajah. Penumpang lain, Brett Byatt, mempertanyakan kondisi infrastruktur perkeretaapian Inggris yang sudah tua, terutama seringnya kegagalan sinyal. Namun, pejabat belum mengonfirmasi apakah gangguan sinyal menjadi pemicu kecelakaan.
Proses evakuasi melibatkan lebih dari 20 ambulans, enam ambulans udara, serta puluhan petugas pemadam kebakaran. Istana Buckingham menyampaikan duka cita Raja Charles III kepada keluarga korban meninggal dan para korban luka.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih bekerja di lokasi bersama petugas Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api dan Network Rail untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan