Media Kampung – Iran kembali mengekspor minyak mentah setelah vakum dua bulan akibat blokade Amerika Serikat di Teluk. Dua kapal tanker super Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), yakni DIONA dan HERO2, berhasil keluar dari perimeter pengawasan AS dengan membawa total 3,8 juta barel minyak mentah. Informasi ini diungkapkan oleh TankerTrackers, perusahaan intelijen maritim yang memantau pergerakan perdagangan minyak global melalui data Automatic Identification System (AIS) dan citra satelit.
Menurut laporan yang dirilis pada Rabu (17/6/2026), peristiwa ini menandai ekspor minyak mentah pertama Iran dalam dua bulan terakhir. TankerTrackers menyebutkan bahwa kedua kapal tanker tersebut berhasil menembus area yang sebelumnya menjadi perhatian pengawasan Angkatan Laut AS. Meskipun demikian, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun otoritas AS terkait keberhasilan pengiriman ini.
Keberhasilan ekspor ini menjadi sorotan pasar energi global. Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia, dan setiap perubahan aktivitas ekspornya berpotensi memengaruhi pasokan serta harga minyak internasional. Langkah Iran ini juga menunjukkan kemampuan negara tersebut untuk beradaptasi dengan tekanan sanksi dan blokade yang diterapkan AS.
Para analis energi akan memantau dampak pengiriman ini terhadap harga minyak mentah global. Jika Iran mampu mempertahankan jalur ekspor, hal ini dapat meningkatkan pasokan dan menekan harga di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan