Media Kampung – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyambut baik pengumuman kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini mencakup gencatan senjata segera dan permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kerangka kerja untuk negosiasi lanjutan.

Juru Bicara Sekjen PBB, Stphane Dujarric, menyatakan bahwa Guterres menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah penting dalam upaya mengakhiri konflik melalui jalur diplomasi. Menurutnya, perkembangan itu membuka peluang baru bagi stabilitas kawasan.

Guterres juga menyampaikan apresiasi kepada Pakistan, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Turki, dan negara regional lainnya yang berperan konstruktif dalam mendukung negosiasi. Dujarric menambahkan bahwa Sekjen berharap momentum positif ini dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian konflik secara menyeluruh.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran pada Minggu, 14 Juni 2026, yang diikuti pembukaan Selat Hormuz dan penghapusan blokade Angkatan Laut AS. Kesepakatan ini juga dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi.

Perdana Menteri Pakistan Shebaz Sharif sebelumnya mengumumkan kesepakatan melalui platform X, menyebutkan bahwa tujuan kesepakatan adalah mengakhiri pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon. Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.

Sharif secara khusus mengapresiasi Qatar yang mendukung upaya mediasi. PBB menyatakan siap mendukung para pihak untuk mencapai perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.