Media Kampung – Zohar Regev Chamberlain, seorang wanita Yahudi asal Israel, kini menjadi sorotan internasional setelah ditahan dan ditolak pembebasannya oleh pemerintah Israel. Ia adalah satu-satunya aktivis dalam rombongan Armada Ketabahan yang masih dipenjara, sementara anggota asing lainnya telah dipulangkan.
Lahir dan besar di Israel, tepatnya di kibbutz Kfar HaHoresh dekat Nazaret, Zohar memutuskan meninggalkan tanah kelahirannya pada 2004 dan menetap di beberapa negara Eropa. Pada 2006, ia memutuskan masuk Islam dan mengubah pandangan hidupnya, fokus memperjuangkan nasib rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Pada 2008, Zohar ikut dalam pelayaran kapal bantuan pertama untuk membuka blokade Gaza. Baru-baru ini, ia kembali berpartisipasi dalam misi Armada Ketabahan yang dibajak oleh militer Israel di perairan internasional. Karena masih memiliki paspor Israel, nasibnya berbeda dengan aktivis asing yang dipulangkan, ia justru ditahan dan didakwa dengan tuduhan pengkhianatan.
Di tengah kenyamanan hidupnya di Eropa, Zohar memilih mempertaruhkan kebebasan demi mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan ke Gaza. Ia merasa tidak bisa diam menyaksikan penderitaan dan kehancuran yang dialami warga Gaza setiap hari akibat konflik berkepanjangan.
Kisah Zohar menjadi cermin bagi dunia bahwa solidaritas tidak mengenal batas agama, bangsa, maupun kewarganegaraan. Ia menjadi simbol keberanian melawan arus dan membuktikan bahwa perjuangan kemanusiaan bisa datang dari siapa saja, bahkan dari warga asli Israel sendiri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan