Media Kampung – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa Iran lebih memilih fokus pada upaya terbaik untuk melindungi kepentingan nasionalnya dalam proses perundingan dengan Amerika Serikat (AS) daripada menanggapi klaim sepihak dari pejabat AS. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Teheran pada akhir Mei 2026, sebagai respons atas berbagai komentar dan unggahan pejabat AS di media sosial terkait Iran.

Baqaei menjelaskan bahwa Iran memiliki prioritas yang jauh lebih penting dalam perundingan dengan AS sehingga waktu dan perhatian mereka tidak akan terbuang untuk menanggapi setiap pernyataan atau unggahan media dari pihak lain. Ia menegaskan bahwa Iran memiliki pendekatan dan gaya tersendiri yang tidak akan mengikuti metode lawan dalam merespons. Sebagai bangsa yang beradab dan kuat, Iran siap memberikan respons jika memang diperlukan, namun hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan matang dan bukan atas dasar reaksi spontan.

Menyoal ancaman militer yang pernah disampaikan oleh Presiden Donald Trump, Baqaei menegaskan bahwa ketegasan, kekuatan, dan pengalaman Iran menghadapi berbagai agresi menjadi jaminan utama bagi stabilitas dan perdamaian jangka panjang di kawasan. Ia menambahkan bahwa diplomat dan negosiator Iran merupakan bagian integral dari struktur negara yang bertugas mengakhiri konflik dan menjaga kepentingan nasional secara strategis.

Dalam dialog dengan media, Baqaei juga mengungkapkan bahwa perundingan antara Teheran dan Washington menunjukkan kemajuan nyata dalam beberapa hari terakhir, berkat upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan dan beberapa negara lain selama berminggu-minggu. Meskipun sudah ada pemahaman pada banyak isu, Baqaei mengingatkan bahwa belum bisa dipastikan kesepakatan akan segera tercapai, karena proses negosiasi masih berlangsung.

Pernyataan Baqaei juga menyoroti sikap kontradiktif AS dan Tel Aviv yang melancarkan dua perang terhadap Iran, sementara perundingan tengah menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Hal ini menunjukkan kompleksitas hubungan Iran-AS yang tidak hanya berurusan dengan diplomasi, tetapi juga dengan tekanan dan ancaman yang harus diantisipasi oleh Iran secara serius.

Fokus utama Iran saat ini adalah merumuskan dan mengembangkan strategi terbaik untuk melindungi kepentingan nasionalnya di tengah ketegangan yang masih berlangsung. Iran memilih untuk tidak terjebak dalam perdebatan media yang tidak produktif, melainkan mengutamakan langkah diplomasi yang konstruktif dan terukur guna mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Perkembangan terbaru ini menandai babak penting dalam hubungan Iran-AS yang selama ini diwarnai ketegangan dan konflik. Iran menunjukkan sikap dewasa dan fokus pada tujuan besar, yakni mengakhiri perang dan menjaga stabilitas kawasan melalui pendekatan yang efektif dan penuh perhitungan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.