Media Kampung – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik keras militer Iran pada konferensi pers di Ruang Oval, Washington, Selasa 5 Mei 2026, menyebut Tehran harus mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.

Trump menilai kekuatan tempur Iran telah melemah dan hanya mampu menembakkan “senjata mainan” serta mengklaim Iran sebenarnya ingin menandatangani kesepakatan meski terus memperlihatkan ancaman militer.

“Mereka bermain-main, tetapi izinkan saya memberi tahu Anda, mereka ingin membuat kesepakatan. Dan siapa yang tidak mau, ketika militer Anda benar-benar hancur?” ujar Trump, dikutip dari Reuters pada Rabu 6 Mei.

Dalam pernyataannya, Trump menyoroti parade militer tahunan Iran yang memperingati pecahnya perang Iran‑Irak 1980‑1988, menilai aksi tersebut sebagai demonstrasi kebodohan militer Tehran.

Presiden juga memuji blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran di Teluk Persia, menyebutnya “seperti sepotong baja” yang tidak akan dapat ditantang.

“Tidak ada yang akan menantang blokade tersebut, dan saya pikir itu berjalan dengan sangat baik,” tegas Trump.

Ketika ditanya tentang potensi pelanggaran gencatan senjata, Trump tidak memberikan rincian spesifik, hanya menjawab, “Anda akan mengetahuinya, karena saya akan memberi tahu Anda… Mereka tahu apa yang tidak boleh dilakukan.”

Trump kembali menegaskan pandangannya bahwa Iran seharusnya menyerah, menambahkan, “Iran seharusnya menyimpan bendera putih tanda menyerah. Jika ini perkelahian, mereka akan menghentikannya.”

Konferensi pers tersebut diadakan sesaat sebelum Trump naik ke pesawat Air Force One menuju Miami, Florida, untuk perjalanan kerja yang dijadwalkan pada akhir pekan.

Pengamat militer menilai bahwa pernyataan Trump tidak didukung oleh data intelijen publik tentang kesiapan operasional Iran, yang masih memiliki kemampuan balistik dan drone.

Namun, kebijakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran tetap konsisten sejak awal pemerintahan Trump, yang menargetkan ekspor minyak dan barang strategis sebagai tekanan ekonomi.

Pejabat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran menolak mengomentari komentar pribadi presiden, menyatakan bahwa kebijakan luar negeri akan tetap dijalankan melalui saluran diplomatik resmi.

Kritik Trump ini menambah ketegangan antara Washington dan Tehran, yang sebelumnya telah menuduh AS melakukan intervensi militer di wilayah Teluk.

Sejauh ini, belum ada respons resmi dari pemerintah Iran mengenai pernyataan Trump, meski media lokal melaporkan bahwa pejabat militer Tehran menolak menurunkan bendera putih.

Situasi tetap dipantau oleh komunitas internasional, termasuk PBB, yang menyerukan dialog damai dan penurunan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.